ketika harus memilih


Perhelatan akbar itu masih tersisa dua puluh enam hari lagi, tetapi hiruk-pikuk kampanye yang dilakukan para kandidat dan tim suksesnyapun sudah terasa menggemuruh di mana-mana. Aktifitas seluruh kandidat capres dan cawapres setiap hari diwarnai dengan kegiatan sosialisasi, baik melalui media cetak, media elektronik (wawancara Televisi), deklarasi, rapat-rapat umum, debat kandidat, bahkan kunjungan ke tempat-tempat kumuh seperti pasar dan tempat pembuangan akhir sampah yang selama ini tidak pernah mereka datangipun dilakukannya. Tujuannya tidak lain adalah, berharap rakyat menjatuhkan pilihan pada mereka ketika pesta demokrasi itu digelar pada tanggal 8 July 2009 mendatang. Jargon ekonomi kerakyatan, keberpihakan pada rakyat ...


kecil (wong cilik) kemudian menjadi dagangan paling laris yang kita dengar dari mulut-mulut mereka setiap saat. Sebagai rakyat kecil, kita harus makin cerdas dalam menentukan pilihan, karena konsekwesi dari pilihan itu akan berakibat secara langsung kepada kita. Pemilu langsung yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004 yang lalu, hendaknya menjadi pelajaran berharga, bahwa janji-janji saja tidak cukup menjadi kekuatan untuk mengubah nasib bangsa ini. Kita butuh tindakan nyata, bukan sekedar tebar janji dan pesona. Oleh karena itu, pada pemilu kali ini tidak ada lagi yang boleh lengah, lalai, terbuai mimpi dan angin surga.

Untuk menentukan sikap dalam mengambil keputusan siapa yang akan dipilih, maka sudah barang tentu kita harus memiliki pengetahuan akan track recod semua kandidat. Toh mereka bukan pemain baru dalam blantika kekuasaan di negeri ini. Sebagian besar mereka adalah mantan pemain, bahkan masih bersatus pemain hingga kini. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan track record para kandidat capres dan cawapres yang akan bertarung pada tanggal 8 July 2009 yang tinggal beberapa hari lagi.

1. Pasangan Megawati Soekanoputri, Prabowo Subiyanto (No urut 1).

Seperti yang kita ketahui, Megawati adalah mantan Wakil Presiden sekaligus Presiden Republik Indonesia periode 1999-2004. Meski hanya kurang lebih tiga tahun berkuasa, banyak kebijakan-kebijakan penting dan kontroversial yang pernah dibuatnya semasa berkuasa. Semisal kenaikan BBM hingga beberapa kali, sampai privatisasi BUMN yang berujung penjualan asset-asset penting negara kepada pihak asing seperti Indosat, penjualan kapal-kapal tangker pertamina dan sebagainya. Walaupun sebenarnya semua kebijakan ini tidak bisa dibebankan kepada Megawati semata, karena diakuinya beliau hanya melanjutkan kebijakan presiden sebelumnya yang telah lebih dahulu menandatangani kontrak kesepakatan penjualan asset-asset negara itu kepada pihak asing tanpa mampu menggunakan kekuasaannya mengadakan renegosiasi ulang. Padahal, sebagai Presiden pada saat itu, Mengawati mestinya bisa melakukannya.

Prabowo Subiyanto (Letnan Jenderal TNI Purnawirawan). Beliau sebenarnya tidak pernah terlibat langsung dalam pemerintahan. Yang kita tahu dari Prabowo Subiyanto, beliau adalah putra Indonesia pertama dalam usia yang masih relatif muda meraih pangkat tiga bintang dalam dinas ketentaraan. Walaupun banyak yang menuding semua itu diraihnya karena pengaruh bapak mantunya mantan orang nomor satu Indonesia yang berkuasa lebih dari 32 tahun lamanya (Soeharto). Meskipun begitu, kita tidak bisa menafikan sejarah dan karir ketentaraan beliau. Pengalamannya dalam medan tempur, baik di Timor-Tomur, Papua dan beberapa daerah konflik patut dibanggakan. Jabatan stategis yang pernah disandangnya adalah Komandan Jenderal Kopassus (Komando Pasukan Khusus) dan Komandan Konstrad (Komando Stategi Angkatan Darat), dua satuan elite dalam tubuh Angkatan Darat.

Parobowo Subiyanto kemudian diberhentikan dengan hormat (pensiun dini) dari dinas militer oleh Dewan Kehormatan Militer yang pada saat itu dipimpin Jenderal Wiranto. Parabowo dianggap orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus pelanggaran HAM berat penculikan mahasiswa yang dilakukan oleh Kopassus satuan elite yang dipimpinnya. Walaupun kemudian tuduhan itu tidak pernah bisa dibuktikan, dan Prabowo sendiri tidak pernah diajukan ke Mahkamah Militer. Setelah berkiprah dalam bidang bisnis selama sebelas tahun, Prabowo merasa peduli dengan nasib rakyat yang dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan. Beliau berpendapat, rakyat Indonesia ibarat tikus yang kelaparan di lumbung padi. Indonesia kaya akan sumber kekayaan alam tetapi rakyatnya hidup miskin. Korupsi bukannya berkurang, malah makin bertambah dan Indonesia adalah negara miskin dengan utang luar negeri yang besar. Prabowo mengatakan, pasti ada yang salah dalam pengelolaan bangsa ini. Karena itu kebijakan pemerintah harus diubah, dan untuk mengubahnya pemimpinnya harus diganti.

Melalui Partai Gerindra, Prabowo mampu meraih simpati 4,5% rakyat Indonesia pada pemilu legislatif yang lalu, dan merengseknya Partai Gerindra masuk dalam jajaran sembilan elit partai politik yang berhak duduk di Senayan untuk jangka waktu lima tahun mendatang.

2. Susilo Bambang Yudhoyono, Boediyono (no urut 2)

Presiden kita ini adalah seorang doktor dan pensiunan Jenderal bintang empat. Orangnya tegap, tinggi besar, ganteng, pandai menebar pesona, dan konon kabarnya banyak dikagumi oleh para wanita. SBY bersama-sama dengan JK adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia Pada pemilu presiden tahun 2004. Beberapa kemajuan yang di alami Indonesia selama kepemimpinan SBY bersama JK adalah, indeks pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6% walaupun dalam situasi krisis ekonomi global (ekonomi makro dalam angka), swasembada pangan, BLT, penurunan harga bahan bakar minyak hingga beberapa kali yang kemudian membuat banyak kalangan tidak simpati karena dinilai kebijakan ini syarat kepentingan politik untuk mengangkat citra dan popularitasSBY menjelang Pemilu 2009.

Dengan segenap kemajuan yang dicapai pada era kepemimpinan SBY-JK ini, masih banyak kalangan yang menilai bahwa dalam realitasnya Indonesia justru mengalami peningkatan utang luar negeri hingga mencapai 400 trilyun, jumlah rakyat miskin makin bertambah (kurang lebih 35 juta jiwa), demikian pula halnya dengan pengangguran dan sempitnya lapangan pekerjaan. Pakar ekonomi (termasuk Kwik Kian Gie dan ekonom dari Econit) menilai bahwa, kondisi ini tercipta karena Indonesia menganut pasar bebas (Neo liberal yang terlalu tunduk pada kepentingan asing (Word Bank, IMF, Asian Development Bank) yang semuanya merupakan kaki tangan Amerika. Tudingan bahwa Indonesia penganut azas ekonomi neolib ini bersumber dari dua mentri (Sri Mulyani dan Boediono) dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang memang memiliki latar belakang kedekatan dengan World Bank, IMF dan ADB yang selama ini mengobok-obok ekonomi Indonesia. Kata mereka lagi, jika kebijakan ini terus dijalankan, Ekonomi Indonesia akan makin parah di masa mendatang. Ibarat Kayu, luarnya nampak bagus karena dicat tetapi dalamnya telah digerogoti rayap.

Boediono, Profesor yang berlatar belakang ekonomi ini adalah mantan dosen yang juga Mantan Mentri Keuangan era Pemerintahan Megawati. Dalam kabinet SBY, Boediono pernah menjabat Menko Ekuin merangkap Ketua Bappenas yang kemudian diangkat sebagai Gubernur BI, dan saat ini menjadi cawapres mendampingi SBY. Menurut beberapa pakar ekonomi, beliau dianggap penganut faham neolib murni dan orang yang seharusnya turut bertanggungjawab atas carut marutnya ekonomi Indonesia. Fuad Bawazier (mantan Dirjen Pajak dan Mentri Keuangan era Soeharto) dalam sebuah wawancara TV mengatakan, Boediono adalah penganut paham neolib yang turut bertanggungjawab atas kebijakan Presiden Megawati saat ia menjabat Mentri Keuangan, karena selama ini Boediono dianggap terlalu dekat dengan pihak asing termasuk IMF, World Bank dan ADB.

3. Pasangan Jusuf Kalla, Wiranto (No urut 3)

Siapa yang tidak kenal Wakil Presiden dan Capres kita yang ceplas ceplos ini. Tegas dan cepat dalam bertindak, tidak pernah ragu-ragu adalah ciri khas yang melekat padanya. Ketua Umum Partai Golkar Alumnnus Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar ini adalah seorang pengusaha sukses (Kalla Group) dan terkenal sebagai juru damai. Mulai dari kasus Ambon, Poso, sampai Aceh adalah berkat kreasi tangan dinginnya. Cinta produk dalam negeri (sampai bersedia memperlihatkan sepatu yang dipakainya) adalah kebanggaannya. Banyak yang menilai bahwa sesungguhnya dalam pemerintahan periode 2004-2009, JK adalah the real presiden. Berkeinginan kuat agar Indonesia bisa mandiri bebas dari tekanan pihak asing. Sikap ini dibuktikannya dengan melepaskan campur tangan asing dalam pembangunan bandar udara di Medan, Lombok dan Makassar, dan kata beliau hasilnya justru lebih bagus dan biaya yang dibutuhkan hanya setengah bila pekerjaanya diserahkan pada pihak asing. Demikian pula dengan blog natuna yang kontraknya beliau hentikan karena merugikan Indonesia.

Kelemahan sang penggagas BLT menurut hasil pshycotest pada pilpres 2004 yang lalu, beliau ini dikatakan pragmatis dalam berfikir dan bertindak. Hal itu diakuinya, tetapi dengan alasan bahwa sikap itu bukanlah hal yang negatif untuk sebuah persoalan yang mebutuhkan penanganan segera. Putra kelahiran Kabupaten Bone ini sangat percaya diri, tetapi berjiwa besar, legowo dan siap menerima jika kemudian ada putra bangsa yang lebih baik dalam memimpin Indonesia. Simak kata-katanya berikut ini :

"Dalam pilpres kali ini, kami merasa pasangan kamilah yang terbaik, tetapi kemudian jika kami kalah, itu artinya ada yang lebih baik daripada kami, dan kami akan mendukungnya karena yang terpilih itu adalah presiden kami juga".

Wiranto (Jenderal TNI Purnawirawan). Calon Wakil Presiden kita ini adalah pensiunan Jenderal bintang empat. Karier militernya boleh dikatakan mulus mencapai puncak karena beliau pernah memegang jabatan tertinggi sebagai panglima ABRI (sekarang TNI). Mantan Pangkostrad ini sebenarnya calon presiden RI usungan Partai Golkar tahun 2004. Beliau memenangkan konvensi mengalahkan beberapa calon waktu itu termasuk Prabowo Subiyanto. Dikenal sebagai perwira yang memiliki disiplin tinggi dan tegas dalam bersikap serta memilik hati yang lembut dan penyayang. Cawapres kita yang satu ini piawai dalam melantunkan lagu dan memiliki karakter vokal yang mirip Frans Sinatra.

Sebagai Panglima ABRI pada tahun 1998, jika ingin berkuasa, beliau bisa saja mengambil alih kepemimpinan sesaat sebelum adanya peralihan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie. Tapi itu tidak dilakukannya karena jiwa dan semangat kesatria yang dimilikinya. Ganjalan dalam karir miiternya saat beliau dituding bertanggung jawab atas kasus tragedi semanggi tahun 1998, pelanggaran HAM di TIM-TIM. Walaupun demikian, pada akhirnya semua tudingan yang dialamatkan padanya tidak satupun yang dapat dibuktikan.

Wiranto adalah pribadi yang bersahaja, tegas, benci pada kesewenang-wenangan, peduli pada rakyat kecil serta tidak suka menjelek-jelekkan lawan-lawan politiknya. Jenderal kelahiran Jogjakarta ini terkenal sebagai Jenderal yang low profil, tidak banyak bicara kalau tidak penting dan selalu menghindari hal-hal yang berbau konflik. Lihatlah misalnya kasus Aceh. Jenderal Wiranto pada saat itu adalah orang pertama yang memerintahkan penarikan pesukan TNI dari Aceh. Di sini nampak komitmen beliau sebagai seorang perwira tinggi yang anti perang dan anti konflik. Wiranto berkomitmen mewakafkan sisa hidupnya untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Karena itulah beliu mendirikan Partai Hanura. Seperti kita ketahui, walaupun sebagai partai baru, Hanura telah menunjukkan dirinya sebagai Partai Politik yang patut diperhitungkan dalam blantika politik tanah air. Terbukti, sebagai partai baru, Hanura berhasil meraih suara 3,5 % dalam pemilu legislatif yang lalu, dan merupakan partai terakhir dari sembilan partai yang lolos ke senayan.

Sahabat, ketika kita harus memilih, tentu kita hanya akan memilih satu di antara ketiga pasangan calon tersebut di atas. Manakah di antara ketiganya yang menjadi pilihan anda???, tentu jawabannya ada dalam hati anda semua. Yang pasti, pilihlah yang benar-benar komitmen untuk mensejahterakan rakyat. Sejahtera dalam pengertian yang sebenarnya, bukan dalam angka atau janji muluk dan rayuan gombal semata. Saatnya kita menentukan orang yang pantas membawa rakyat Indonesia mencapai adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan dalam pemngertian sesungguhnya.

Wassalam

Baca juga artikel berikut :



15 komentar:

tari mengatakan...

cari yg paling sedikit jeleknya. klo golput gak haram sih, mending golput!

Pawewet mengatakan...

iya ya bingug juga aku pilih yang mana mungkin benar kata mbak tari, pilih yang tersedikit jeleknya, artinya jelek semua dunk..he..he...

Akmal Online mengatakan...

MAri Kita Dukung terus.. LANJUTKAN!!

agung mengatakan...

apa pun kata orang 'lanjutkan"hehehe

nyoman mengatakan...

bingung juga pilih yg mana

Anonim mengatakan...

Assalamu alaikum.
hermm sapa bilang golput haram.
Orang yang berani mengeluarkan fatwah golput haram farus punya dalil yang kuat untuk itu.kalo saya mending ga ada yang yang dipilih. mau tau kenapa. karena ga ada yang layak untuk di pilih. orang yang meminta jabatn/menawarkan dirinya untuk suatu jabatan, maka sesungguhnya dia tidak layak untuk jabatan itu.
coba liat posting saya
di http://www.abuinayat.co.cc

jerova mengatakan...

bingung harus memilih yang mana,yang terpenting apapun yang dipilih bisa membawa perubahan lebih baik bagi bangsa ini..terutama perbaiakan buat net hehe

japraxxx mengatakan...

ea smoga janji2 mereka pas pemilu bsa ditepatinya....janji adalah utang...
dan klopun itu cma omongan saja...ea smoga mreka bsa mempertanggungjawabkan ucapannya kelak di akhirat...

hendrie k_bejo mengatakan...

jikalah anda bingung memilih datanglah kepada Ynag Maha Kuasa untuk meminta PetunjukNYA, siapakan Pemimpin yg benar2 akan membawa negara qta menuju ke arah yg lebih baek lg....Hidup...????

insan robbani mengatakan...

kalo menurut mas ikhwan sendiri yang baik buruk dari setiap pasangan calon itu apa? kan yang diposting tu cuma faktanya aja..

buat perbandingan aja..

nyoman mengatakan...

setiap kandidat pasti ada bagus dan jeleknya, tinggal kita memilih mana yg dianggap paling baik

Muhammad Azhary Lazuardy mengatakan...

Pilihan kita tergantung selera masing-masing. Bener kata mas nyoman, pilihlah yang terbaik di antara ketiga calon.

Kalau mau jujur sih, saya lebih memilih adanya orang baru dalam pemilu presiden kali ini. Mungkin dia bisa membawa perubahan. Hanya saja politik kita masih dikendalikan partai-partai. Sulit memajukan calon jika tak didukung partai.

Siapa calon yang saya pilih?Ekspektasi saya terhadap SBY 5 tahun yang lalu sangat besar, namun agak sedikit kecewa di tengah jalan. Hanya saja untuk 5 tahun ke depan, saya masih mau memberikan kesempatan kepada beliau. Mudah2an kritik dan saran yang ada bisa membuat beliau memperbaiki dirinya. Anggap saja, jeda pemerintahan 2009 ini menjadi evaluasi 5 tahun ke belakang, dan menjadi acuan untuk 5 tahun yang akan datang.

draxc0la mengatakan...

salah memilih bukan saja tidak di kehendaki tapi justru berbahaya. 5 menit menentukan 5 tahun kedepan negara kita, satu suara sangat berharga, klo bukan kita siapa lagi yang akan membenahi Republik ini. kecuali kita sudah tidak peduli dengan negeri tercinta ini. thanks.

rachmattullah mengatakan...

sip... posting yang keren :D

salm dari ;

http://www.rachmattullah.com

http://investmens35.blogspot.com

http://www.sbymemangpresidenku.co.cc

pinkflower mengatakan...

Semoga Pilpres, tidak seperti Pileg, suara tidak pernah sampai keatas.

Copyright © 2009 - ekspresi ikhwan - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template