mengapa wanita gemar berpakaian mini

Beberapa hari belakangan ini, saya dilanda rasa jenuh yang luar biasa. Efeknya juga luar biasa, berimbas pada jemari saya yang se-akan-akan terasa kelu, kaku, beku dan ngilu, sulit diajak kompromi untuk menulis, apalagi menulis artikel-artikel politik, demokrasi, partai politik yang sudah banyak membuat rakyat ini muak. Akhirnya, daripada bengong aja di depan sahabat 12 inchi ini (laptop), jadinya aktifitas saya lebih banyak jumping dari blog satu ke blog lainnya menyusuri beberapa jejak yang ada di kotak shoutbox sambil meninggalkan jejak dengan harapan mendapatkan kunjungan balik. Teman-teman blogger biasa menyebut aktifitas ini sebagai aktifitas blogwaking. Entah merupakan suatu kebetulan atau tidak, dari aktifitas blogwalking ini, saya terdampar pada blog-blog yang banyak menampilkan foto gadis-gadis cantik dengan busana minim dan seksi, salah satunya seperti yang anda lihat pada awal artikel ini.

Sepintas setelah melihat foto-foto seperti itu pada beberapa blog, tiba-tiba saja muncul ide di kepala saya untuk menulis artikel dengan judul "MENGAPA WANITA GEMAR BERPAKAIAN MINI", seperti yang anda lihat sekarang. Kemudian saya download salah satu foto dari mereka untuk saya jadikan icon mengawali penulisan artikel ini. Salah satu konsekwensi dari pemilihan judul seperti di atas, mau tidak mau saya harus membaca beberapa referensi yang berhubungan dengan sifat-sifat wanita, agar pemaparan saya tidak ngawur tanpa dasar dan tidak menimbulkan kesan asal bunyi.

Hasil dari proses pembacaan, yang kemudian saya coba komparasikan dengan pengamatan saya selama ini, menghasilkan beberapa alasan dan kemsimpulan mengapa kebanyakan wanita gemar berpakaian mini dan seksi dan tanpa rasa malu memperlihatkan (lain kata memamerkan) bagian-bagian tubuh yang seharusnya tidak boleh nampak (terutama di depan umum) dengan berpakaian minim.

Pertama

Pada dasarnya wanita itu indah dan memiliki kepekaan atau sensitifitas yang tinggi terhadap keindahan. Karena sifatnya itu, wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Seorang wanita akan merasa puas jika orang lain (terutama lawan jenis) berdecak kagum pada kecantikannya. Karena itu untuk tampil cantik, berbagai cara dilakukannya. Mulai dari diet yang teratur, olah raga, memakai kosmetik perawatan kulit, sampai memilih busana (termasuk pakaian mini dan seksi).

Kedua

Wanita itu senang dipuja dan suka dipuji, terutama oleh lawan jenisnya (laki-laki), apalagi jika yang dipuji adalah kecantikannya. Seorang wanita, jangankan wanita yang masih single (bujang), yang sudah berkeluargapun sangat senang dipuji, apalagi jika yang memujinya itu adalah orang yang dicintainya. Kerena sifatnya yang suka dipuji, kadang membuat mereka larut dan terbuai, sehingga sebagian besar diantara mereka banyak yang lupa dan membuat mereka kehilangan akal sehatnya. Dalam kondisi seperti ini, dikibulipun kadang mereka tidak menyadarinya. Lihatlah misalnya seperti even kontes kecantikan, kontes ratu-ratuan, lomba nyanyi dan sebagainya. Semua even itu pada dasarnya adalah even yang diadakan untuk mempertontonkan tubuh wanita. Karena itu berbagai macam jenis busanapun dikenakan padanya. Singkatnya merekapun didandani dengan berbagai macam pakaian dengan berbagai model dengan tujuan ekploitasi tubuh mereka.

Ketiga

Penyebab yang ketiga mengapa wanita suka berpakaian mini dan seksi adalah karena wanita (terutama yang berada didunia timur) menjadi korban infiltrasi budaya barat yang serba liberal dengan corong media massa, baik itu media massa cetak maupun elektronik. Tidak bisa disangkal bahwa hari ini, tidak satupun dari berita media cetak dan tontonan televisi yang lepas dari keteribatan wanita. Bahkan ada tontonan TV yang kadang-kadang tidak ada hubungannya sama sekali dengan wanita, tetapi dipaksakan untuk menampilkan mereka dengan pose yang dibalut busana minim dan seksi. Seperti iklan obat nyamuk, iklan sepeda motor, iklan sabun dan lain-lain. Anehnya, pada posisi ini wanita justru menjadi korban dimana hal itu tidak mereka sadari.

Keempat

Penyebab lain, mengapa wanita gemar berpakaian minim dan seksi karena mereka menjadi korban dunia bisnis dan industri. Tengoklah misalnya industri film, industri musik, industri televisi yang banyak mengeksploitasi tubuh wanita. Jika diamati dengan baik, sektor industri dan bisnis inilah yang banyak menggunakan wanita sebagai icon. Anehnya dalam menggeluti profesinya di dunia bisnis dan industri ini, mereka diwajibkan menggunakan busana yang dapat dikatakan hampir tidak ada hubungannya sama sekali dengan profesi mereka.

Jika ingin melihatnya secara lebih nyata, cobalah nonton film, sinetron, atau berbagai acara TV yang sebagian besar bertema cintanya anak muda dimana para pemeran wanitanya rata-rata berbusana mini dan seksi. Begitu juga di pusat-pusat perbelanjaan seperti mall, swalayan. Di tempat-tempat seperti ini, tidak sulit menemukan wanita dengan busana mini dan seksi. Sebagian besar diantara mereka apabila ditanya "mengapa berbusana seperti itu?", pasti akan serempak menjawab "Karena tuntutan pekerjaan".

Rupanya para pengusaha itu mengatahui betul bahwa empat belas abad yang silam, Muhammad Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya menyatakan "Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah". Hanya saja, hadits ini dipenggal, yang diambil kemudian adalah penggalannya "Sebaik-baik perhiasan adalah wanita". Maka ramailah wanita dipajang di mana-mana dengan pakaian mini dan seksi dengan tujuan sebagai penglaris.

Kelima

Wanita gemar berpakaian mini dan seksi karena mereka sudah kehilangan akal sehatnya. Menurut anda, apa bahasa lain dari orang yang telah kehilangan akal sehatnya? (silahkan jawab sendiri). Saya tidak mau menjawabnya di sini karena khawatir tidak ada lagi wanita yang mau mengunjungi blog ini .

Dalam kategori ini, ada yang memang sengaja melakukannya dengan alasan modis (mengikuti model) dan tidak ingin dikatakan kampungan atau ketinggalan jaman. Padahal sebenarnya tidak ditemukan dalam kamus manapun juga, bahwa seorang wanita akan dikatakan tidak mengikuti model, kuno dan kolot jika tidak mau memperlihatkan bagian-bagian sensitif dari tubuhnya. Pemikiran seperti ini lahir dan tumbuh di atas persepsi yang keliru atas makna mengikuti perkembangan jaman. Akibatnya dapat kita lihat bahwa wanita-wanita berfikiran modis dan katanya tidak kampungan ini kemudian banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas tanpa batas, kumpul sapi (sejenis kebo kan?) dan lain-lain. Walaupun tidak sedikit dari mereka yang terpaksa melakukannya karena sebab paksaan dan tekanan. Bisa karena paksaan pihak lain seperti laki-laki, bisa juga karena tekanan ekonomi.

Jika ditelusuri lebih jauh, juga banyak ditemukan bahwa penyebab banyaknya wanita yang suka berbusana minim dan seksi karena peran kaum lelaki yang melakukan penyesatan. Walaupun tidak semua tentunya. Daam hal ini, mungkin yang dimaksud adalah laki-laki hidung belang. Nah, jika anda yang sedang membaca artikel ini seorang laki-laki, segera ambil cermin dan perhatikan baik-baik hidung anda. Jika anda menemukan hidung anda ada belangnya, maka jangan-jangan anda termasuk bagian dari apa yang saya katakan tadi

Keenam

Sektor yang tidak kalah sedikit mengambil peran menjadikan banyak wanita berpakaian mini dan seksi adalah sektor pariwisata. Saya tidak perlu menguraikan lebih panjang lagi bagaimana peran wanita sebagai objek disektor ini. Singkatnya adalah, dunia pariwisata akan kehilangan pasar tanpa keterlibatan wanita. Anehnya keterlibatan mereka justru sebagai objek dan pada hal-hal yang sifatnya nyerempet dunia esek-esek. Terjadi semacam efek domino di dalamnya. Misalnya begini, perkembangan pariwisata harus ditunjang dengan keberadaan hotel-hotel megah. Pihak pengelola hotel inipun jika ingin hotelnya tidak ditinggalkan penghuni, harus mau menyediakan wanita-wanita penghibur yang siap pake (macam mobil aje!!! bagi turis asing dan domistik yang menginap di sana. Sejalan dengan hal ini, tumbuh dan berkembang pula dunia hiburan malam, yang lagi-lagi menjadikan wanita sebagai objeknya.

Kasihan mereka!, padahal kalau kita mau menyadari sedikit saja, bahwa sesungguhnya wanita adalah ciptaan Allah yang sempurna. Kemuliaan wanita tiga kali lipat melebihi laki-laki. Seperti sabda Rasulullah pada seorang sahabat yang bertanya padanya, "siapakah yang harus saya muliakan (hormati)?", Rasulullah menjawab "Ibumu" sebanyak tiga kali baru menyebut "Ayah" pada jawaban berikutnya.

Ketujuh

Sebab lain mengapa banyak wanita yang suka berpakaian mini dan seksi adalah karena sebab ekonomi. Apa pasal?. Data statistik menyebutkan bahwa jumlah rakyat Indonesia yang saat ini berada di bawah garis kemiskinan adalah 40 juta (belum termasuk yang persis berada di garis kemiskinan itu). Kita semua mengetahui bahwa kemiskinan dari sudut pandang ekonomi banyak mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Mungkin hal ini juga berlaku pada sebagian besar wanita. Karena sebab kemiskinan dan kemelaratan, banyak di antara mereka tidak sanggup membeli bahan yang cukup untuk membuat pakaian, akhirnya mereka memakai pakaian seadanya (pakaian mini dan seksi tadi). Kalau itu alasannya, tentu kita harus memakluminya. Tapi anehnya, banyak di antara mereka yang suka berpakaian ala kadarnya ini berasal dari golongan ekonomi menengah, orang-orang kaya dan berpendidikan. Kata sebagian orang, jaman ini memang sudah makin edan (Gila). "Jamannya yang edan atau orangnya?", jawab aja sendiri.

Kedelapan atau yang terakhir

Salah satu penyebab terbesar yang membuat wanita gemar berpakaian mini dan seksi adalah kerena kebodohan terhadap ajaran agamanya. Penetrasi budaya barat berkolaborasi dengan ilmu pengetahuan yang cenderung menanamkan loberalisme, menimbulkan dikhotomi pemikiran yang membedakan agama dengan kehidupan dunia. Bahwa agama hanya mengurusi ha-hal sempit dan berdimensi ukhrawi, mengakibatkan banyak orang yang berfikiran bahwa agama hanyalah pelengkap dalam artian sempit. Agama tidak semestinya melakukan intervensi yang terlalu dalam mengatur kehidupan seseorang termasuk wanita dalam hal berbusana. Akibatnya?, seperti yang anda lihat sekarang, banyak orang yang mamandang remeh apa itu dosa, apa itu neraka. Celakanya, tidak sedikit orang yang jelas-jelas telah berbuat maksiat, tetapi sangkaannya justru ibadah.

Semoga bermanfaat adanya.
Wassalam

Baca juga artikel berikut :



12 komentar:

Rinto mengatakan...

pertamaxxxx...komen di ulasan yg terakhir aja ah...yup betul tuh, karena pengajaran agama yg kurang atau mungkin jg di ajari tp ga mau belajar,pikiran dan hati sudah tertutup untuk menerima hal2 yg benar...kalo dibilangin malah ngambek, belum sempat masuk telinga udah mental duluan, shg menyebabkan menurunya moral...masa bodoh dengan norma2 yg ada...akhirnya, tanda2 kiamat semakin kelihatan.

agoez3 mengatakan...

Waah, benar sekali itu wan.
Hadist Nabi cuma dipenggal begitu saja,
FAktor ekonomi so pasti ikut berperan.
Kekurang tahuan, atau sudah tahu tapi pura2 gak tahu itu faktor terbesarnya.
Thanks sobb, insya allah tulisan kamu bermanfaat bagi sahabat yng lainnya:)

Karumbu mengatakan...

pastinya lebih menarik kalo perempuan tampil sopan.

Isdarmady mengatakan...

hm...
karena wanita untuk dinikmati...
hehhe.. (just kidding)..

sesungguhnya mereka malu kok....
tapi karena rame jadi ngak malu..

Chatting on Messenger mengatakan...

wahh..ger2an dunk..hahaha...

RanggaGoBloG mengatakan...

mungkin karena pengaruh global warming... hihihih... karena kepanasan... makanya sering make pakaian mini... hihihihi

Fiddin Blog mengatakan...

PUJIAN emang kata yg sederhana yg biasa keluar dari mulut laki-laki yag bsia membuat wanita berbuat apa saja demi mendapatkannya (pujian)

KAISAR 212 mengatakan...

saya rasa tidak normal laki-laki yang merasa tidak terganggu dengan kehadiran oknum wanita yang berpakaian seksi..apalagi yang mengumbar sahwat seperti oknum penyanyi dangdut..tapi kita benar-benar tidak punya kuasa untuk mencegah..ya,berdoa sajalah..

gusi merah mengatakan...

ini salah satu kompleksitas dunia perempuan, di tengah gencarnya kampanye kesetaraan gender, ternyata sebagian dari mereka membuat posisi perempuan turun ke titik terendah..

yofie mengatakan...

wah bener juga tuch!!!

artikelnya asyik banget nuy!!!

oke!!!

wee mengatakan...

Kok gak ada cewe yg komen?!
Yah, intinya menurutku adalah memang karena jahil alias bodoh akan ilmu agama dan memang... wanita senang dipuji. That's all...

Eniwei, nice post ^^

tari mengatakan...

aku datang... (cewek hoi!)
mungkin waktu kecil tu org gak dikhitan emaknya, jd urat malunya kebalik. gak seksi, baru dia ngerasa malu. hikz!!

Copyright © 2009 - ekspresi ikhwan - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template