<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379</id><updated>2011-12-26T00:23:37.415+08:00</updated><category term='Hukum'/><category term='Kesehatan'/><category term='Penghargaan'/><category term='Agama'/><category term='Teropong'/><category term='Politik'/><category term='Kisah-kisah Islami'/><title type='text'>ekspresi ikhwan</title><subtitle type='html'>renungan bagi para pencari kebenaran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-7859880440279537639</id><published>2009-06-27T22:57:00.008+08:00</published><updated>2009-06-28T02:30:19.413+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teropong'/><title type='text'>fenomena facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SkYzms-g5JI/AAAAAAAAAD4/msCoT3fe1kw/s1600-h/Facebook.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 81px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SkYzms-g5JI/AAAAAAAAAD4/msCoT3fe1kw/s200/Facebook.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352021947177821330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awalnya, saya sebenarnya tidak begitu tertarik menulis artikel tentang Facebook. Asal muasal munculnya ide menulis artikel ini didasari oleh pengalaman menarik saat sedang melepas lelah (santai) dengan teman-teman di sebuah warung kopi yang kebetulan menyediakan layanan internet gratis (hotspot). Secara kebetuan, di meja sebelah, duduk dua orang anak muda yang lagi asyik dengan game komputernya. Karena jarak meja yang cukup dekat, terkadang saya bisa mendengar apa yang mereka perbicangkan. Rupanya, keduanya sedang asyik bermain game. Beberapa menit kemudian, salah satu di antara mereka berkata : "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wah menang 10 juta saya!!!&lt;/span&gt;". Cukup kaget juga mendengar ucapannya. Bukan main hanya karena main game yang menurut saya adalah hal biasa,... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;membuat dia begitu gembiranya. Selang beberapa menit kemudian, satunya lagi yang teriak kegirangan, "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lumayan, menang 5 juta&lt;/span&gt;". Saya jadi tertarik untuk mengetahui game apa sebenarnya yang sedang mereka mainkan. Saya lalu berdiri dari kursi, mencoba pura-pura ingin keluar dan melewati beberapa meja dimana ada beberapa anak muda sedang serius dan asyik mengamati layar komputernya.  Setelah saya perhatikan, rupanya game yang dimainkan sama persis dengan dua anak muda yang duduk disamping meja saya.  Begitu juga dengan anak muda lainnya yang duduk di tempat yang berbeda. Pendek kata, mereka semua sedang bermain game (judi poker yang disediakan facebook).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya jadi tidak habis fikir, main game kok bisa serius begitu, sampai kadang-kadang diiringi dengan teriakan kegembiraan.  Akhirnya saya coba beranikan diri bertanya pada anak muda yang duduknya agak dengan saya. "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dik, lagi main game apa, kok begitu gembiranya, saya dengar tadi ada yang sampai menang 10 juta?&lt;/span&gt;". "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lagi main poker kak&lt;/span&gt;", begitu jawab anak muda yang sedikit lebih gemuk dari kawannya.  "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Main pokernya di situs apa, dan apakah uang 10 juta hasil kemenangan tadi bisa dicairkan?&lt;/span&gt;", tanya saya lagi. "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Facebook kak, bisa, saya sudah menjual chip saya beberapa kali&lt;/span&gt;", sambil menunjuk salah seorang temannya yang baru saja masuk ke warkop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya temannya itu salah satu pembeli chipnya.  Kemudian saya mencoba mendekat ke layar laptopnya dan melihat bagaimana bentuk game yang mereka mainkan. Benar, game yang mereka mainkan adalah game yang terkoneksi dengan account facebook dan bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki account facebook.  Iseng-iseng saya minta diajarkan bagaimana caranya bermain.  Sambil berbicara dengan si anak muda yang ternyata mahasiswa, saya kemudian login ke facebook menggunakan laptop saya yang memang sedari tadi on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, saya pun ikut bermain, malah  sempat menang. Bahkan saat menulis artikel ini, account saya telah berisi $164.342  sebagai hasil kemenangan saya bermain judi poker (modal awal diberikan saat akan bermain). "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Facebook&lt;/span&gt;", fenomena menarik yang meminta kewaspadaan kita semua, terutama para orang tua dan generasi muda, termasuk Pemerintah. Karena rupanya, yang keranjingan bermain judi poker melalui facebook, bukan saja anak-anak muda (mahasiswa). Saya menemukan banyak diantara mereka dari kalangan pelajar  (SMP dan SMA), nongkrong di warung-warung kopi yang menyediakan layanan internet gratis hanya untuk berjudi poker melalui Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan kesepakatan ulama se-Jawa Timur yang mengeluarkan fatwa Facebook haram beberapa waktu lalu. Walaupun dengan alasan yang berbeda, tetapi kejadian yang saya alami, bisa dijadikan alasan berikutnya mengapa para ulama (walaupun tidak seluruhnya) mengeluarkan fatwa haram bagi Facebook. Bisa dibayangkan, jika fenomena ini tidak diantisipasi sejak dini, bukan tidak mungkin akan menjerumuskan generasi muda kita, dan menjadikan mereka pemuda-pemuda bermental pejudi, mendapatkan uang dengan mudah tanpa harus banting tulang dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai fatwa ulama tentang haramnya Facebook, jujur, saya belum sepenuhnya sepedapat. Mengapa?, jika berbicara soal halam haramnya sesuatu, ianya tidak bisa didasari oleh alasan sempit tanpa melakukan analisa secara komprehensif terlebih dahulu. Apalagi, jika objek yang dikatakan haram itu justru memiliki peluang mendatangkan manfaat, walaupun kecil.  Bagi saya, facebook tetap memiliki azas manfaat. Dengan prinsip, selama yang menggunakannya tetap memahami mana batas-batas yang dibolehkan ajaran agama kita dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, menurut saya,  seorang pengguna facebook atau jejaring sosial apa saja, dapat dikatakan telah melakukan perbuatan haram yang dilarang dalam agama (Islam) jika melakukan beberapa hal pokok sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Facebook dijadikan sebagai sarana mencari teman selingkuh. Ingat, jangan memandang remeh hal-hal seperti ini. Situs jejaring sosial macam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Facebook&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Friendster&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagged&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wayn&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Friendfinder&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yuwie&lt;/span&gt; (link sengaja tidak saya tampilkan agar anda yang membaca artikel ini tidak mencoba membukanya), dan masih banyak lainnya, berpotensi melahirkan hubungan pertemanan menyimpang yang dapat berubah menjadi hubungan selingkuh. Karena itu, bagi pengguna facebook, terutama ibu-ibu rumah tangga, gadis-gadis remaja yang kebetulan sedang keranjingan facebook harus lebih berhati-hati dan waspada.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebahagian besar waktu dihabiskan hanya untuk akses facebook, sehingga melalaikannya dari kewajiban ibadah kepada Allah SWT. Ingat, facebook setiap waktu dapat menghipnotis penggunanya sehingga lupa segala-galanya. Termasuk lupa istri, suami, anak, pekerjaan, lupa daratan, bahkan lupa ingatan he...he...he&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Terlibat dalam permainan judi poker melalui facebook sebagaimana yang dilakukan sebagian orang. Perilaku seperti ini tidak bisa dibantah keharamannya. Karena itu, setiap pengguna harus menyadari bahwa game apapun bentuknya, dimanapun dimainkan, apakah online maupun offline. Jika sifatnya mengundi nasib, taruhan, lotere, adalah perbuatan keji. Tergolong perbuatan syaitan yang telah dinyatakan dengan tegas keharamannya oleh Allah SWT dalam Al Quran. Karenanya, perbuatan seperti itu tidak sepatutnya dicontoh dan diikuti.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, sebagai pengguna facebook, jika tidak ingin terjebak dalam perangkap dan  ruang  yang memberi peluang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya haram dan dilarang agama, maka jangan pernah tertarik untuk melakukan hal-hal yang menurut kata hati anda, perbuatan itu bertentangan dengan nilai-nilai moral dan ajaran agama. Seperti misalnya mengganggu atau merugikan orang lain (hacker/cracker), menyebarkan berita bohong (fitnah), menyebarkan gambar-gambar tidak senonoh (porno).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini bisa anda lakukan, maka insya Allah anda adalah pengguna "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muka Buku&lt;/span&gt;" yang selamat seperti saya he..he..he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-7859880440279537639?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/7859880440279537639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=7859880440279537639&amp;isPopup=true' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7859880440279537639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7859880440279537639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/fenomena-facebook.html' title='fenomena facebook'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SkYzms-g5JI/AAAAAAAAAD4/msCoT3fe1kw/s72-c/Facebook.png' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-8034749982848713422</id><published>2009-06-19T11:06:00.006+08:00</published><updated>2009-06-28T01:39:38.906+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-kisah Islami'/><title type='text'>mutiara hikmah sang teladan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SjsFWEA-_7I/AAAAAAAAADw/tOZstwQX_nc/s1600-h/Al+Quranul+Karim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SjsFWEA-_7I/AAAAAAAAADw/tOZstwQX_nc/s200/Al+Quranul+Karim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348874859025727410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Pernah dengar nama "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luqmanul Hakim&lt;/span&gt;"?.  Jika anda seorang muslim dan sering membaca Al Quran, saya yakin pasti mengetahui atau paling tidak pernah mendengar nama ini.  Luqmanul Hakim adalah seorang 'alim yang karena keluasan ilmu dan kearifan yang dimilikinya, dimuliakan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; dengan mengabadikan namanya dalam Al Quran (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surah Luqman&lt;/span&gt;). Tidak cukup sampai disitu, kisah hidup sang teladan yang penuh dengan mutiara hikmah, kemudian tertulis dengan tinta emas dalam lembaran-lembaran sejarah Islam.  Mungkin hal ini disebabkan karena  perjalanan kehidupannya syarat akan nilai-nilai hidup. Tidak sedikit ulama-ulama Islam dunia, baik itu yang sejaman dengan beliau maupun yang hidup sesudahnya, mengatakan bahwa Luqmannul Hakim memiliki derajat setingkat di bawah Nabi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cahaya Islam&lt;/span&gt; yang sangat kuat terpatri dalam hatinya, telah membawa beliau menuju maqom yang sulit ditandingi atau dicapai oleh manusia yang hidup di abad ini, menjadi pelajaran yang patut dijadikan contoh teladan bagi siapa saja dalam menjalani kehidupannya. Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada pembaca sekalian, satu kisah yang merupakan bagian dari sejarah kehidupan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luqmanul Hakim&lt;/span&gt; yang insya Allah menarik untuk direnungkan. Mengapa?,  karena menurut saya kisah ini sangat indah, sedikit lucu, tetapi mengandung pelajaran dan hikmah yang sangat besar.  Saya sangat yakin setelah membacanya, akan banyak mempengaruhi pola fikir dan cara bertindak kita pada masa-masa yang akan datang, terutama dalam hal berfikir, bertindak dan mendidik.  Kisah ini sekaligus mengajarkan pengetahuan tentang hakekat hidup,  terutama pemahaman mengenai esensi dan tujuan hidup itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebelumnya, saya ingin bertanya kepada anda semua tentang tiga hal. Pertanyaan ini cukup anda jawab dalam hati,  dan pada akhir kisah nanti, saya minta anda merenungkan dan dan menganalisa dengan baik, lalu hubungkan hasil analisa atau kesimpulan anda terhadap cerita ini dengan ketiga pertanyaan yang saya ajukan. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt;,  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;menurut anda, bagaimana konsep ideal dalam mendidik/mengajar?&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;siapa yang anda harapkan memberi nilai atas suatu perkerjaan atau tindakan yang anda lakukan?&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ketiga&lt;/span&gt;,  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;apa sebenarnya tujuan hidup anda?&lt;/span&gt;. Sekarang,  cobalah  memberi jawaban terhadap ketiga pertanyaan saya barusan, dan  nanti, cocokkan dengan kesimpulan analisa  anda terhadap cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini sebenarnya sangat sederhana dan ini adalah bagian dari cara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luqmanul Hakim&lt;/span&gt; mengajarkan agama dan hakekat hidup pada anak-anaknya. Silahkan simak dengan baik kisah berikut  (maaf, saya tidak menukilkan kisah ini sebagaimana kutipan aslinya, tetapi lebih kepada intisarinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seperti biasa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luqmanul Hakim&lt;/span&gt; sedang mengajar anaknya. Sementara pelajaran sedang berlangsung,  tiba-tiba beliau menghentikan pelajaran dan meminta sang anak pergi mengambil kuda tunggangan. Beliau berpesan agar kuda  yang diambil tidak terlalu besar dan hanya cukup untuk ditunggangi satu orang.  Sang anak tanpa banyak tanya,  kemudian pamit dan menuju ke belakang rumah mereka mengambil kuda sebagaimana pesan ayahnya. Ditambatkannya kuda tersebut pada salah satu pohon di depan rumah lalu ia kemudian memberitahu ayahnya bahwa kuda yang dimaksud sudah ditambatkan di depan rumah.  Luqmanul Hakim berdiri dan mengajak anaknya menuju kuda tersebut, "Kita akan menuju suatu tempat" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berada di dekat kuda tersebut, Luqmanul Hakim lalu meminta anaknya naik di atas pelana kuda. Sang anak tentu terheran-heran, kemudian berkata pada ayahnya, : "Bukankah ayah yang sebaiknya naik kuda ini biar saya yang menuntun, apalagi ayahkan sudah tua". "Tidak mengapa, naiklah!", begitu kata Luqman. Sang anak pun dengan berat hati naik ke atas pelana kuda. Mereka pun berjalan meninggalkan rumah, Luqmanul Hakim berjalan di depan sambil memegang tali pengikat  kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kedua bapak dan anak ini melewati perkampungan yang cukup padat penduduk. Tentu saja  banyak  warga melihat Luqmanul Hakim yang mereka kenal dengan baik sebagai seorang 'alim melintas dengan anaknya. Mereka heran lalu kemudian berkata : "Wah zholim sekali anak itu, bisa-bisanya dia biarkan ayahnya yang sudah tua berjalan kaki sementara dia enak-enaknya menunggang kuda". Dalam waktu singkat, cerita ini beredar ke seluruh kampung, dan juga terdengar oleh Luqmanul Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita,  Luqmanul Hakim dan anaknya telah menyelesaikan urusan dan merekapun bersiap untuk pulang. Saat hendak pulang, Luqmanul Hakim lebih dulu naik ke atas kuda, anaknya diminta berjalan di depan menuntun kuda sebagaimana yang dilakukannya pada perjalan mereka yang pertama. Kembali mereka melewati perkampungan tadi, dan tentu saja  penduduk kampung melihat mereka berdua.  Seperti halnya kejadian pertama, kali ini para penduduk berkata sesama mereka, : "Tega sekali Luqmanul Hakim membiarkan anaknya berjalan kaki sementara dia duduk dengan enaknya di atas kuda". Cerita ini pun menyebar dengan cepatnya ke seluruh penduduk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang lain, Luqmanul Hakim kembali bepergian bersama anaknya. Kali ini keduanya menunggangi kuda tadi dan melewati perkampungan yang sama. Penduduk yang melihat adegan ini melongo, seakan tidak percaya Luqmanul Hakim dan anaknya menunggang kuda  secara bersamaan, padahal kuda itu hanya bisa ditunggangi satu orang. Pendudukpun berkata dengan sinis, : "sangat zholim anak dan bapak ini, bisa-bisanya kuda yang mestinya ditunggangi satu orang ditunggangi berdua". Luqmanul Hakim dan anaknya dianggap tidak memiliki perikemanusiaan (mestinya perikebinatangan ya!!! he he he), kisah ini selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kesimpulan apa yang anda bisa petik dari kisah Luqmanul Hakim dan anaknya?, Cobalah hubungkan dengan ketiga jawaban anda dari pertanyaan yang saya ajukan tadi. Menurut saya ada tiga hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari  kisah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dan ajaran moral butuh keteladanan (contoh kongkrit), tidak cukup hanya dengan banyak bicara dan retorika belaka. Seorang pemimpin (pada level apapun), penganjur kebenaran, penegak hukum, untuk membuat orang lain taat dan mengikuti kebenaran yang disampaikannya, harus dibarengi dengan contoh teladan yang baik. Mengapa?, karena kalau hanya sekedar teori apalagi retorika kosong,  orang lain akan berkata : "Kalau itu sih semua orang bisa".  Saya sengaja menyampaikan hal ini, mumpung menjelang Pilpres dimana waktunya kita harus memilih pemimpin yang satu kata dengan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari ajaran Islam yang coba diajarkan Luqmanul Hakim  kepada anaknya dalam kisah ini yang dapat diambil hikmahnya adalah, mengajarkan kepada kita agar dalam berbuat dan bertindak,  tidak usah mengharapkan penilaian orang lain. Karena jika itu yang kita lakukan, maka yakinlah bahwa anda tidak akan menemukan satu kebaikan apapun dari perbuatan anda. Lihatlah kisah Luqmanul Hakim di atas. Ketiga hal yang dilakukan bersama anaknya tidak satupun yang baik di mata penduduk yang melihatnya. Lalu pada pada siapa kita berharap penilaian itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu hanya pada Sang Pencipta Allah SWT, kita mengharapkan apa yang kita kerjakan di dunia ini mendapatkan penilaian. Penialaian yang baik berupa pahala yang merupakan satu-satunya modal sekaligus bekal dalam perjalanan menuju kehidupan selanjutnya. Tentu saja, perbuatan dan tindakan yang saya maksud di sini adalah yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasulnya Muhammad SAW yang secara sangat gamblang tertulis dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah, bukan pada hukum dan aturan manusia yang banyak memiliki kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu hanya pada Allah kita bertawaqqal dan hanya pada-Nya pulalah kita kembali. Selamat membaca semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-8034749982848713422?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/8034749982848713422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=8034749982848713422&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8034749982848713422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8034749982848713422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/mutiara-hikmah-sang-teladan.html' title='mutiara hikmah sang teladan'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SjsFWEA-_7I/AAAAAAAAADw/tOZstwQX_nc/s72-c/Al+Quranul+Karim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-4412195450698496600</id><published>2009-06-12T13:54:00.010+08:00</published><updated>2009-06-13T16:42:30.745+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>ketika harus memilih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SjHt8bI0KXI/AAAAAAAAAC4/67mCAgAwlgs/s1600-h/Budiono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 85px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SjHt8bI0KXI/AAAAAAAAAC4/67mCAgAwlgs/s200/Budiono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346315854998153586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhelatan akbar itu masih tersisa dua puluh enam hari lagi, tetapi hiruk-pikuk kampanye yang dilakukan para kandidat dan tim suksesnyapun sudah terasa menggemuruh di mana-mana. Aktifitas seluruh kandidat capres dan cawapres setiap hari diwarnai dengan kegiatan sosialisasi, baik melalui media cetak, media elektronik (wawancara Televisi), deklarasi,  rapat-rapat umum, debat kandidat, bahkan kunjungan ke tempat-tempat kumuh seperti pasar dan tempat pembuangan akhir sampah yang selama ini tidak pernah mereka datangipun dilakukannya. Tujuannya tidak lain adalah, berharap rakyat menjatuhkan pilihan pada mereka ketika pesta demokrasi itu digelar pada tanggal 8 July 2009 mendatang. Jargon ekonomi kerakyatan, keberpihakan pada rakyat ...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;kecil (wong cilik) kemudian menjadi dagangan paling laris yang kita dengar dari mulut-mulut mereka setiap saat. Sebagai rakyat kecil, kita harus makin cerdas dalam menentukan pilihan, karena konsekwesi dari pilihan itu akan berakibat secara langsung kepada kita. Pemilu langsung yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004 yang lalu, hendaknya menjadi pelajaran berharga, bahwa janji-janji saja tidak cukup menjadi kekuatan untuk mengubah nasib bangsa ini. Kita butuh tindakan nyata, bukan sekedar tebar janji dan pesona. Oleh karena itu, pada pemilu kali ini tidak ada lagi yang boleh lengah, lalai, terbuai mimpi dan angin surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan sikap dalam mengambil keputusan siapa yang akan dipilih, maka sudah barang tentu kita harus memiliki pengetahuan akan track recod semua kandidat. Toh mereka bukan pemain baru dalam blantika kekuasaan di negeri ini. Sebagian besar mereka adalah mantan pemain, bahkan masih  bersatus pemain hingga kini. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan track record para kandidat capres dan cawapres yang akan bertarung pada tanggal 8 July 2009 yang tinggal beberapa hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasangan Megawati Soekanoputri, Prabowo Subiyanto (No urut 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, Megawati adalah mantan Wakil Presiden sekaligus Presiden Republik Indonesia periode 1999-2004. Meski hanya kurang lebih tiga tahun berkuasa, banyak kebijakan-kebijakan penting dan kontroversial yang pernah dibuatnya semasa berkuasa. Semisal kenaikan BBM hingga beberapa kali, sampai privatisasi BUMN yang berujung penjualan asset-asset penting negara kepada pihak asing seperti Indosat, penjualan kapal-kapal tangker pertamina dan sebagainya. Walaupun sebenarnya semua kebijakan ini tidak bisa dibebankan kepada Megawati semata, karena diakuinya beliau hanya melanjutkan kebijakan presiden sebelumnya yang telah lebih dahulu menandatangani kontrak kesepakatan penjualan asset-asset negara itu kepada pihak asing tanpa mampu menggunakan kekuasaannya mengadakan renegosiasi ulang. Padahal, sebagai Presiden pada saat itu, Mengawati mestinya bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabowo Subiyanto (Letnan Jenderal TNI Purnawirawan). Beliau sebenarnya tidak pernah terlibat langsung dalam pemerintahan. Yang kita tahu dari Prabowo Subiyanto, beliau adalah putra Indonesia pertama dalam usia yang masih relatif muda meraih pangkat tiga bintang dalam dinas ketentaraan. Walaupun banyak yang menuding semua itu diraihnya karena pengaruh bapak mantunya mantan orang nomor satu Indonesia yang berkuasa lebih dari 32 tahun lamanya (Soeharto). Meskipun begitu, kita tidak bisa menafikan sejarah dan karir ketentaraan beliau. Pengalamannya dalam medan tempur, baik di Timor-Tomur, Papua dan beberapa daerah konflik patut dibanggakan. Jabatan stategis yang pernah disandangnya adalah Komandan Jenderal Kopassus (Komando Pasukan Khusus) dan Komandan Konstrad (Komando Stategi Angkatan Darat), dua satuan elite dalam tubuh Angkatan Darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parobowo Subiyanto kemudian diberhentikan dengan hormat (pensiun dini) dari dinas militer oleh Dewan Kehormatan Militer yang pada saat itu dipimpin Jenderal Wiranto. Parabowo dianggap orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus pelanggaran HAM berat penculikan mahasiswa yang dilakukan oleh Kopassus satuan elite yang dipimpinnya. Walaupun kemudian tuduhan itu tidak pernah bisa dibuktikan, dan Prabowo sendiri tidak pernah diajukan ke Mahkamah Militer. Setelah berkiprah dalam bidang bisnis selama sebelas tahun, Prabowo merasa peduli dengan nasib rakyat yang dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan. Beliau berpendapat, rakyat Indonesia ibarat tikus yang kelaparan di lumbung padi. Indonesia kaya akan sumber kekayaan alam tetapi rakyatnya hidup miskin. Korupsi bukannya berkurang, malah makin bertambah dan Indonesia adalah negara miskin dengan utang luar negeri yang besar. Prabowo mengatakan, pasti ada yang salah dalam pengelolaan bangsa ini. Karena itu kebijakan pemerintah harus diubah, dan untuk mengubahnya pemimpinnya harus diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Partai Gerindra, Prabowo mampu meraih simpati 4,5% rakyat Indonesia pada pemilu legislatif yang lalu, dan merengseknya Partai Gerindra masuk dalam jajaran  sembilan elit partai politik yang berhak duduk di Senayan untuk jangka waktu lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Susilo Bambang Yudhoyono, Boediyono (no urut 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden kita ini adalah seorang doktor dan pensiunan Jenderal bintang empat. Orangnya tegap, tinggi besar, ganteng, pandai menebar pesona, dan konon kabarnya banyak dikagumi oleh para wanita. SBY bersama-sama dengan JK adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia Pada pemilu presiden tahun 2004. Beberapa kemajuan yang di alami Indonesia selama kepemimpinan SBY bersama JK adalah, indeks pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6% walaupun dalam situasi krisis ekonomi global (ekonomi makro dalam angka), swasembada pangan, BLT, penurunan harga bahan bakar minyak hingga beberapa kali yang kemudian membuat banyak kalangan tidak simpati karena dinilai kebijakan ini syarat kepentingan politik untuk mengangkat citra dan &lt;a href="http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/peduli-atau-popularitas.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;popularitas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;SBY menjelang Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segenap kemajuan yang dicapai pada era kepemimpinan SBY-JK ini, masih banyak kalangan yang menilai bahwa dalam realitasnya Indonesia justru mengalami peningkatan utang luar negeri hingga mencapai 400 trilyun, jumlah rakyat miskin makin bertambah (kurang lebih 35 juta jiwa), demikian pula halnya dengan pengangguran dan sempitnya lapangan pekerjaan. Pakar ekonomi (termasuk Kwik Kian Gie dan ekonom dari Econit) menilai bahwa, kondisi ini tercipta karena Indonesia  menganut pasar bebas (Neo liberal yang terlalu tunduk pada kepentingan asing (Word Bank, IMF, Asian Development Bank) yang semuanya merupakan kaki tangan Amerika.  Tudingan bahwa Indonesia penganut azas ekonomi neolib ini bersumber dari dua mentri (Sri Mulyani dan Boediono) dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang memang memiliki latar belakang kedekatan dengan World Bank, IMF dan ADB  yang selama ini mengobok-obok ekonomi Indonesia. Kata mereka lagi, jika kebijakan ini terus dijalankan, Ekonomi Indonesia akan makin parah di masa mendatang. Ibarat Kayu, luarnya nampak bagus karena dicat tetapi dalamnya telah digerogoti rayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono, Profesor yang berlatar belakang ekonomi ini adalah mantan dosen yang juga Mantan Mentri Keuangan era Pemerintahan Megawati. Dalam kabinet SBY, Boediono pernah menjabat Menko Ekuin merangkap Ketua Bappenas yang kemudian diangkat sebagai Gubernur BI, dan saat ini menjadi cawapres mendampingi SBY. Menurut beberapa pakar ekonomi, beliau dianggap penganut faham neolib murni dan orang yang seharusnya turut bertanggungjawab atas carut marutnya ekonomi Indonesia. Fuad Bawazier (mantan Dirjen Pajak dan Mentri Keuangan era Soeharto) dalam sebuah wawancara TV mengatakan, Boediono adalah penganut paham neolib yang turut bertanggungjawab atas kebijakan Presiden Megawati saat ia menjabat Mentri Keuangan, karena selama ini Boediono dianggap terlalu dekat dengan pihak asing termasuk IMF, World Bank dan ADB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pasangan Jusuf Kalla, Wiranto (No urut 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal Wakil Presiden dan Capres kita yang ceplas ceplos ini. Tegas dan cepat dalam bertindak, tidak pernah ragu-ragu adalah ciri khas yang melekat padanya. Ketua Umum Partai Golkar Alumnnus Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar ini adalah seorang pengusaha sukses (Kalla Group) dan terkenal sebagai juru damai. Mulai dari kasus Ambon, Poso, sampai Aceh adalah berkat kreasi tangan dinginnya. Cinta produk dalam negeri (sampai bersedia memperlihatkan sepatu yang dipakainya) adalah kebanggaannya. Banyak yang menilai bahwa sesungguhnya dalam pemerintahan periode 2004-2009, JK adalah the real presiden. Berkeinginan kuat agar Indonesia bisa mandiri bebas dari tekanan pihak asing. Sikap ini dibuktikannya dengan melepaskan campur tangan asing dalam pembangunan bandar udara di Medan, Lombok dan Makassar, dan kata beliau hasilnya justru lebih bagus dan biaya yang dibutuhkan hanya setengah bila pekerjaanya diserahkan pada pihak asing. Demikian pula dengan blog natuna yang kontraknya beliau hentikan karena merugikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan sang penggagas BLT menurut hasil pshycotest pada pilpres 2004 yang lalu, beliau ini dikatakan pragmatis dalam berfikir dan bertindak. Hal itu diakuinya, tetapi dengan alasan bahwa sikap itu bukanlah hal yang negatif untuk sebuah persoalan yang mebutuhkan penanganan segera. Putra kelahiran Kabupaten Bone ini sangat percaya diri, tetapi berjiwa besar, legowo dan siap menerima jika kemudian ada putra bangsa yang lebih baik dalam memimpin Indonesia. Simak kata-katanya berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dalam pilpres kali ini, kami merasa pasangan kamilah yang terbaik, tetapi kemudian jika kami kalah, itu artinya ada yang lebih baik daripada kami, dan kami akan mendukungnya karena yang terpilih itu adalah presiden kami juga&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiranto (Jenderal TNI Purnawirawan). Calon Wakil Presiden kita ini adalah pensiunan Jenderal bintang empat. Karier militernya boleh dikatakan mulus mencapai puncak karena beliau pernah memegang jabatan tertinggi sebagai panglima ABRI (sekarang TNI). Mantan Pangkostrad ini sebenarnya calon presiden RI usungan Partai Golkar tahun 2004. Beliau memenangkan konvensi mengalahkan beberapa calon waktu itu termasuk Prabowo Subiyanto. Dikenal sebagai perwira yang memiliki disiplin tinggi dan tegas dalam bersikap serta memilik hati yang lembut dan penyayang. Cawapres kita yang satu ini piawai dalam melantunkan lagu dan memiliki karakter vokal yang mirip Frans Sinatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Panglima ABRI pada tahun 1998, jika ingin berkuasa, beliau bisa saja mengambil alih kepemimpinan  sesaat sebelum adanya peralihan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie. Tapi itu tidak dilakukannya karena jiwa dan semangat kesatria yang dimilikinya. Ganjalan dalam karir miiternya saat beliau  dituding bertanggung jawab atas kasus tragedi semanggi tahun 1998, pelanggaran HAM di TIM-TIM. Walaupun demikian, pada akhirnya semua tudingan yang dialamatkan padanya tidak satupun yang dapat dibuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiranto adalah pribadi yang bersahaja, tegas, benci pada kesewenang-wenangan, peduli pada rakyat kecil serta tidak suka menjelek-jelekkan lawan-lawan politiknya. Jenderal kelahiran Jogjakarta ini terkenal sebagai Jenderal yang low profil, tidak banyak bicara kalau tidak penting dan selalu menghindari hal-hal yang berbau konflik. Lihatlah misalnya kasus Aceh. Jenderal Wiranto pada saat itu adalah orang pertama yang memerintahkan penarikan pesukan TNI dari Aceh. Di sini nampak komitmen beliau sebagai seorang perwira tinggi yang anti perang dan anti konflik. Wiranto berkomitmen mewakafkan sisa hidupnya untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Karena itulah beliu mendirikan Partai Hanura. Seperti kita ketahui, walaupun sebagai partai baru, Hanura telah menunjukkan dirinya sebagai Partai Politik yang patut diperhitungkan dalam blantika politik tanah air. Terbukti, sebagai partai baru, Hanura berhasil meraih suara 3,5 % dalam pemilu legislatif yang lalu, dan merupakan partai terakhir dari sembilan partai yang lolos ke senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, ketika kita harus memilih, tentu kita hanya akan memilih satu di antara ketiga pasangan calon tersebut di atas. Manakah di antara ketiganya yang menjadi pilihan anda???, tentu jawabannya ada dalam hati anda semua. Yang pasti, pilihlah yang benar-benar komitmen untuk mensejahterakan rakyat. Sejahtera dalam pengertian yang sebenarnya, bukan dalam angka atau janji muluk dan rayuan gombal semata. Saatnya kita menentukan orang yang pantas membawa rakyat Indonesia mencapai adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan dalam pemngertian sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-4412195450698496600?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/4412195450698496600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=4412195450698496600&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/4412195450698496600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/4412195450698496600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/ketika-harus-memilih.html' title='ketika harus memilih'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SjHt8bI0KXI/AAAAAAAAAC4/67mCAgAwlgs/s72-c/Budiono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-640457044695542895</id><published>2009-06-09T18:33:00.008+08:00</published><updated>2009-06-09T23:15:07.880+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan'/><title type='text'>maafkan aku sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si47hCLQqcI/AAAAAAAAACw/j8tysxpd3Bg/s1600-h/blogging+for+the+earth+award.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si47hCLQqcI/AAAAAAAAACw/j8tysxpd3Bg/s200/blogging+for+the+earth+award.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345275246441179586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maafkan aku sahabat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;", hanya kata itu yang dapat terucap sebagai ungkapan rasa sesal, karena baru pada kesempatan ini saya dapat memberi respon atas penghargaan yang telah &lt;a href="http://fai-unisma-malang.blogspot.com/2009/05/award-blogging-4-earth.html" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;engkau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berikan beberapa waktu yang lalu. Sesungguhnya saya sadar, juga merasa begitu bersalah bahkan mungkin telah berdosa, karena lalai dengan &lt;a href="http://fai-unisma-malang.blogspot.com/2009/05/award-blogging-4-earth.html" target="new"&gt;amanah&lt;/a&gt; yang engkau telah berikan padaku. Bagi dirimu, mungkin saya bukan sahabat yang baik. Walaupun begitu, saya tetap berharap tidak timbul sangkaan buruk di hatimu terhadapku. Sahabatku, saya tahu pemberianmu adalah amanah dan tanggung jawab bagiku, saya juga tahu bahwa engkau pasti kecewa dengan sikap diam dan cuekku, karena itu sahabatku, "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;maafkanlah daku&lt;/span&gt;". Mengapa aku harus minta maaf padamu?, itu karena...... &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;baru saat ini aku memiliki kesempatan merespon pemberian &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;awa'mu&lt;/span&gt; (eh salah), &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;awardmu&lt;/span&gt; maksudnya &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/23.gif"&gt;. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Permirsa........!!!!&lt;/span&gt; (wew, kok jadi ikut-ikutan si Tukul Reinaldi ya!!!) &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif"&gt;. Sahabat sekalian, anda pasti menilai, bahwa ungkapan kata-kata saya di atas terlalu puitis, melankolis, melodis, bombastis, mentalis (apa hubungannya ya?), dahsyat, spektakuler (wah makin kacau neh, meracau tak karuan saya &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif"&gt;). Kemeli (kembali ke lap.........???? (sambung sendiri), udah pada sering nonton acara bukan empat mata bukan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini, sebenarnya postingan saya kali ini sebagai respon atas pemberian award dari seorang sahabat yang namanya &lt;a href="http://fai-unisma-malang.blogspot.com/2009/05/award-blogging-4-earth.html" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fatima Yuliasari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (nama yang keren bukan?). Kenal gak dengan nama itu?, kalau gak kenal, kebangetan deh!. Tapi saya yakin kalau nama ini &lt;a href="http://fai-unisma-malang.blogspot.com/2009/05/award-blogging-4-earth.html" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fia Al Kurosawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, pasti kenal bukan?. Tapi gak papa deh, biar lebih familiar dengan tamu saya yang satu ini (weleh, melenceng lagi), saya sampaikan sedikit deskripsi tentang beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Fia Al Kurosawa"&lt;/span&gt;, itulah nama bekennya.   Tetapi dalam aktifitas blogwalking beberapa hari belakangan ini, beliau menggunakan nama &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fatima Yuliasari&lt;/span&gt;. Saya tidak tahu persis mana di antara kedua nama itu yang merupakan nama asli beliau (yang pingin tahu lebih dekat silahkan tanya langsung deh). Sahabat keren kita ini adalah pemilik web blog &lt;a href="http://fai-unisma-malang.blogspot.com" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FAI UNISMA MALANG&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (weleh, kok saya malah jadi tukang review blog ya?, Jeng Patime musti bayar mahal neh!!! &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/22.gif"&gt;) yang suka menyambangi blog saya ini hampir tiap hari. Pokoknya tiada waktu tanpa berkunjung ke sini (liat aja di shoutbox ada kan namanya???). Beliau paling rajin mengomentari artikel yang saya tulis, meskipun komentar tersebut baru sebatas dalam hati (wew &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif"&gt;). Seperti nama web blognya, Jeng Fatima Yuliasari (saya lebih suka memanggilnya dengan nama ini, eit!!!jangan curiga dulu!!!) berasal dari kota apel Malang Jawa Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat kita ini &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;suka berbagi&lt;/span&gt; (minta apel sono!!!) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;walaupun mungkin tiada arti&lt;/span&gt;. Jeng Fia selalu berusaha memperbanyak sahabat dari seluruh negeri, dan yang paling istimewa adalah beliau cinta pada anda semua (Love You All). Cuma jangan kegeeran dulu, karena walaupun begitu, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"hatinya"&lt;/span&gt; hanya untuk &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"si dia"&lt;/span&gt;, dan yang pasti bukan anda &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif"&gt; (rasain!!! &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif"&gt;).  Bagi blogger yang telah menjadi sahabatnya (bertuker link dan menjadi follower blognya), jangan heran jika suatu saat anda menerima paket kiriman apel Malang yang tidak pernah anda sangka sebelumnya &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif"&gt;. Wah kok saya jadi ngelantur begini ya??, Kembali ke lap???...........(jawab sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sebenarnya award ini diberikan Jeng Patime sejak beberapa hari yang lalu. Hanya karena kesibukan yang padat melakukan aktifitas (ciee sibuk niye!!!, padahal PESANTREN nih!!! = Pengangguran Santai Tapi Keren!!! &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif"&gt;) jogging antar blog mengejar kunjungan anda semua &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif"&gt;, saya jadi memiliki waktu yang sempit untuk menulis. Karena itu, saya harus curi-curi waktu yang sebenarnya sangat kasip (antara magrib dan isya). Tetapi karena dikejar deadline (wuih makin ngelantur ya, padahal yang mau katakan adalah),  karena takut dosa amanah Jeng Fatima gak diteruskan, makanya saya upayakan harus selesai malam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang serius neh, mari kita coba bahas mengenai tuker-tukeren award. Sapa tau aja tips ini manjur buat promosiin blog anda-anda semua. Tips ini bedasarkan pengamatan saya selama menekuni dunia per-blogging-an. Tujuannya sederhana, yaitu bagaimana menjadikan award sebagai sarana promosi efektif blog anda yang selama ini saya lihat dilupakan para sahabat blogger yang gemar saling memberi award. Berikut tipsnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menganggap pemberian award merepotkan apalagi memberatkan, karena award sesungguhnya adalah wadah untuk mempererat persahabatan di antara kita sesama blogger. Award dapat mempercantik blog jika anda pandai mengaturnya. Dengan kecantikan tampilan itulah,  menjadi daya tarik tersendiri bagi penunjung untuk mengunjungi blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tau caranya, award sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan trafik pengunjung blog. Caranya begini, jangan menulis postingan mengenai award yang anda terima dengan sikap ogah-ogahan atau sekedar iseng. Jika sikap anda demikian, artikel anda nampak pas-pasan dan tidak mencirikan anda sebagai seorang blogger profesional, apalagi kalau award tersebut sekedar menjadi pajangan. Tulislah artikel dengan judul yang membuat orang tertarik untuk membacanya, menarik isinya, menyertai tampilan award tersbut pada blog anda. Artikel bisa cerita seputar pengalaman anda pertama kali menerima award, atau cerita mengenai siapa yang memberikan award pada anda dan lain-lain topik yang kira-kira menarik minat orang lain untuk mebacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan sedikit review, siapa sahabat blogger yang telah memberikan award pada anda, minimal nama, daerah asal, dan nama blog. Gunakan anchor teks kemudian tautkan (dilink) ke blog atau halaman artikel award yang diberikan pada anda. Mengapa seperti itu?, karena anchor teks kadang membuat pengunjung blog penasaran, dan biasanya tertarik untuk mengetahui kemana sebenarnya link anchor teks itu diarahkan. Bayangkan jika pengunjung penasaran ingin mengtahui dan mengkliknya, bukankah nanti anda akan mendapatkan kunjungan tanpa bersusah payah melakukan blogwalking. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang paling penting dan mungkin selama ini dilupakan oleh sahabat blogger yang saling memberi award. Jika serius memperhatikan, selama ini blogger penerima atau yang diberikan award biasanya hanya mencantumkan link sahabat blogger yang secara langsung memberinya award. Padahal mungkin saja yang memberikan secara langsung award itu padanya juga menerima dari blogger lain. Di sini ada rantai yang terputus, mestinya, kalau award ingin digunakan sebagai alat promosi blog, seharusnya blog dua orang sahabat blogger di atas anda harus dicantumkan linknya pada pada blog anda, demikian seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, kalau sekiranya award ini anda berikan nantinya pada sepuluh sahabat blogger, dan kesepuluh blogger tersebut memberikannya pada sepuluh orang blogger lagi, dijamin link blog anda akan terpasang pada puluhan blog. Secara tidak langsung blog anda sudah dipromosikan tanpa harus mengiklankannya pada situs iklan gratis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabahat, pada kesempatan ini, saya tidak akan menyebutkan nama-nama sahabat blogger yang secara khusus akan menerima award dari saya. Karena sifatnya sebagai simbol kampanye hijaukan bumi, maka saya persilahkan siapa saja sahabat blogger yang berminat atau tertarik ingin memajang award ini pada blognya sebagai asesoris boleh mendownloadnya.  Hanya saja, ada syarat- syarat ringan yang harus anda penuhi, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Posting award ini di blog anda.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Berikan sedikit review tentang blog ini, minimal Judul Blog, Nama dan asal saya (Silahkan lihat di profil).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gunakan anchor teks &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"sahabat ikhwan"&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"ekspresi ikhwan"&lt;/span&gt; dan tautkan (link) ke halaman artikel ini.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cantumkan link blog sahabat Fatima Yuliasari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(http://fai-unisma-malang.blogspot.com)&lt;/span&gt; dan blok saya ini &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(http://suaraummat.blogspot.com)&lt;/span&gt; pada blog anda.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kalau anda ingin jadikan award ini sebagai sarana promosi, berikan award ini pada sepuluh orang blogger sahabat anda, dimana nantinya yang bersangkutan harus mencantumkan link blog saya dan blog anda pada blognya. Hal ini penting untuk selalu di sampaikan pada sahabat blogger penerima award selanjutnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ber-award ria, sukses blogger Indonesia, sukses kita semua.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-640457044695542895?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/640457044695542895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=640457044695542895&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/640457044695542895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/640457044695542895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/maafkan-aku-sahabat.html' title='maafkan aku sahabat'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si47hCLQqcI/AAAAAAAAACw/j8tysxpd3Bg/s72-c/blogging+for+the+earth+award.png' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-4615440789252713439</id><published>2009-06-06T02:02:00.011+08:00</published><updated>2009-06-10T16:53:16.732+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>ketika hukum tidak lagi jadi panglima, keadilan menjadi barang langka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Silf_JLDOsI/AAAAAAAAACQ/yB0YZpPG2g4/s1600-h/PenPaper.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Silf_JLDOsI/AAAAAAAAACQ/yB0YZpPG2g4/s200/PenPaper.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343907971250469570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Curhat, dipenjara&lt;/span&gt;", inilah kalimat yang pantas disematkan kepada seorang Prita Mulyasari, seorang ibu muda beranak dua yang terpaksa dipenjara selama tiga minggu karena keluh kesahnya (curhat) melalui e-mail atas pelayanan Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang tempat ia pernah dirawat beredar disebuah milis. Seperti yang ramai diberitakan media massa tanah air, Prita Mulyasari dijebloskan ke penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Tangerang atas gugatan perdata dan pidana oleh manajemen Rumah Sakit Omni Internasioanl Tangerang  dimana ia pernah dirawat. Oleh Kejaksaan Tinggi Tangerang, Prita Mulyasari didakwa melakukan tindakan pencermaran nama baik sekaligus dijerat dengan Undang-Undang  Nomor 11 Tahun 2008 tentang ...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal (27) ayat (3) dengan ancaman kurungan enam tahun penjara dan denda satu milyar. Seperti apa e-mail Prita Mulyasari, ingin membacanya?, silahkan &lt;a href="http://lailatul-budur.blogspot.com/2009/06/curhat-yang-membawa-prita-ke-penjara.html" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;klik di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Kejadian ini tentu saja menghebohkan sekaligus mengherankan. Bisa-bisanya, disebuah negara yang lagi gencarnya-gencarnya mengkampanyekan penegakan supremasi hukum (Law Inforcement), keadilan, kebebasan berpendapat, dibelenggu oleh aparat penegak hukum itu sendiri, dimana ia yang seharusnya menjadi ujung tombak paling depan. Tentu akan muncul pertanyaan, "Apa sebenarnya yang terjadi pada dunia peradilan dan penegak hukum kita". Sedemikan mudahkah seseorang dipenjara di negeri ini, dan sedemikian rendahkah moral aparat penegak hukum kita?. Mari kita coba membedah kasus ini dengan lebih teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kita ketahui dari pemberitaan media massa, bahwa kasus yang menjerat Prita Mulyasari adalah pencemaran nama baik. Dalam KUHP peninggalan kolonial Belanda yang sampai saat ini masih digunakan di Republik kita tercinta (padahal negeri ini dihuni oleh begitu banyak professor ilmu hukum, dimana menurut sebagian masyarakat tidak mampu membuat KUHP sendiri), pencemaran nama baik  masuk dalam kategori &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tindak Pidana Ringan&lt;/span&gt; atau biasa disebut dengan istilah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIPIRING&lt;/span&gt;. Ganjaran untuk pelaku sesuai KUHP maksimal 5 tahun penjara, dan umumnya, untuk kasus-kasus pidana ringan dengan ancaman hukuman maksimal lima atau dibawah lima tahun, tidak dikenakan penahanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyidikan untuk penanganan kasus seperti ini diawali dengan laporan oleh saksi korban kepada kepolisian setempat, dan bila berkasnya dinyatakan selesai atau P21, BAP kemudian akan dilimpahkan oleh penyidik dalam hal ini pihak kepolisian kepada kejaksaan yang bertindak sebagai penuntut umum. Mengacu pada proses hukum suatu kasus sebagaimana amanat KUHP, apabila jaksa penuntut umum merasa berkas perkara masih terdapat kekurangan, baik itu alat bukti atau pengenaan pasal tuntutan yang tidak tepat atau kurang, jaksa berhak mengembalikan BAP pada kepolian yang menyidik kasus tersebut disertai dengan petunjuk untuk disempurnakan. Dalam kasus yang menimpa Prita Mulyasari, menurut saya, ada hal yang sangat ganjil dalam proses penanganan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengacu pada surat elektronik Prita Mulyasari, jika diteliti secara baik, tidak satu unsurpun yang masuk dalam kategori pelanggaran hukum, karena isi surat sebenarnya hanya keluh kesah atas pelayanan RS Omni. Ibu dua anak ini melalui e-mailnya, hanya menuntut pertanggungjawaban RS Omni atas kesalahan diagnosa, kesalahan pemeriksaan laboratorium, dan kebohongan atas pengiriman catatan medis (medical record) yang dimintanya, dimana menurut pengakuan RS Omni telah dikirim ke alamat rumah Prita Mulyasari, padahal dalam kenyataannya tidak. Seharusnya, dalam kasus seperti ini, RS. Omni mestinya menjawab semua komplain Prita bukan malah menuntutnya. Dan kalau mau jujur, Prita Mulyasarilah yang mestinya melaporkan RS. Omni karena diduga telah melakukan tindakan medis yang salah (mal praktek). Apalagi, tindakan Prita dijamin oleh Undang-Undang tentang perlindungan konsumen, dan lebih dari itu berhak mengajukan tuntutan karena pelayanan amburadul oleh RS Omni yang diterimanya sewaktu ia dirawat di sana bisa berakibat fatal pada dirinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam proses hukum selanjutnya saat BAP dilimpahkan pihak kepolisian kepada kejaksaan, dengan tidak disertai alasan yang jelas, jaksa penuntut umum tiba-tiba menambahkan pasal karet yakni pasal (27) ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagai dakwaan baru yang ancaman hukumannya enam tahun penjara. Padahal, BAP yang statusnya P21 dari kepolisian, pada awalnya tidak mencantumkan  pasal itu sebagai dakwaan. Jika proses hukum atas kasus ini mau diluruskan, mestinya jaksa penuntut umum mengembalikan BAP nya kepada kepolisian jika menganggap masih ada yang kurang dan perlu dilengkapi, bukan malah menambah pasal sendiri, apalagi jika penambaan pasal dakwaan berkaitan dengan kepentingan salah satu pihak yang sedang berperkara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya kemudian muncul di sini, bahwa jaksa kemudian menambahkan pasal karet dalam BAP sebagai dakwaan baru, disebabkan karena adanya pihak yang tidak puas karena selama proses pemeriksaan oleh kepolisian, Prita Mulyasari tidak ditahan. Pasal inilah yang kemudian dijadikan sebagai dasar hukum penahanan oleh jaksa, karena pelanggaran terhadap pasal ini dituntut enam tahun penjara (sebuah logika hukum yang sangat dangkal dan dibuat-buat). Untuk sementara, kasus ini dalam proses axaminasi pihak Kejaksaan Agung. Menurut Jaksa Agung sebagaimana penjelasannya melalui wawancara TV, ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum dalam menangani kasus ini dan kemungkinan penyebabnya masih diselidiki. Jika ditemukan indikasi bahwa penambahan pasal tersebut karena gratifikasi (Jaksa  mendapatkan imbalan dari salah satu pihak yang sedang berperkara), maka Jaksa Agung akan memberikan tindakan tegas kepada oknum jaksa dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kasus seperti yang dialami oleh Prita Mulyasari hanya contoh kecil dari dari sekian banyak kasus yang menunjukan kepada kita, bahwa moral sebagian aparat penegak hukum di negeri ini memang masih perlu dibenahi dan jauh dari yang diharapkan. Bukan rahasia lagi bahwa suap-menyuap (maklum belum bisa makan sendiri), jual beli kasus, kasus orderan, dalam proses hukum di negara kita adalah hal yang lumrah terjadi. Lembaga penegak hukum banyak dihuni oleh mafia, broker perkara, sampai jaksa-jaksa nakal yang mata duitan. Penegak hukum yang memiliki mental seperti ini, baginya kode etik hanya ada pada saat pengambian sumpah. Selebihnya, ia hanya menjadi tulisan-tulisan indah tidak bermakna yang tersimpan dengan rapi dalam lembaran-lembaran kertas, bukan dalam hati para penegak hukum itu. Pantas jika kemudian KUHP sering diplesetkan menjadi "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kasi Uang Habis Perkara (KUHP)&lt;/span&gt;". Dengan begitu, hukum tidak lagi menjadi panglima dan keadilan pun menjadi sesuatu yang langka di negeri ini.   &lt;br /&gt;Wallahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-4615440789252713439?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/4615440789252713439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=4615440789252713439&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/4615440789252713439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/4615440789252713439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/ketika-hukum-tidak-lagi-jadi-panglima.html' title='ketika hukum tidak lagi jadi panglima, keadilan menjadi barang langka'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Silf_JLDOsI/AAAAAAAAACQ/yB0YZpPG2g4/s72-c/PenPaper.png' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-3220763052766507757</id><published>2009-06-04T00:33:00.006+08:00</published><updated>2009-06-10T16:50:57.247+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>kursi empuk itu bernama parlemen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Siam4LnswxI/AAAAAAAAACI/iWnLs79iV8o/s1600-h/Prof+chair.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Siam4LnswxI/AAAAAAAAACI/iWnLs79iV8o/s200/Prof+chair.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343141492043858706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemilihan umum sebagai sarana &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;demokrasi&lt;/span&gt; untuk memilih wakil-wakil rakyat telah selesai. Saat ini bangsa kita akan mengahadapi hajatan besar berikutnya yaitu memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2009 yang akan datang. Tetapi pada kesempatan ini, saya tidak ingin membahas hiruk pikuk pilpres, biarlah nanti anda dan rakyat yang menentukan siapa yang layak anda pilih untuk membawa nasib bangsa lima tahun kedepan. Yang pasti, kesalahan dalam menentukan pilihan  akan membawa konsekwensi yang logis dalam pengertian negatif akan keadaan bangsa dan rakyat Indonesia lima tahun yang akan datang. Melalui artikel ini saya akan coba mengulas tugas pokok dan fungsi wakil rakyat (anggota parlemen) yang ... &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;banyak dikejar anak-anak bangsa, sehingga pada pemilu yang lalu tidak sedikit di antara mereka yang berbondong-bondong mendaftarkan dirinya menjadi caleg. Walaupun kemudian pada akhirnya, kita ketahui banyak masalah yang timbul setelah pemilu selesai. Ekspos media cetak dan elektronik memberi informasi pada kita bahwa ada caleg yang stress, strook, gila bahkan meninggal karena perolehan suaranya tidak seperti apa yang diharapkan, tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkannya. Beberapa waktu yang lalu, dalam rapat plenonya, KPU pusat telah menyelesaikan tugas konstitusionalnya melakukan rekap perhitungan suara partai-partai politik peserta pemilu, sekaligus menetapkan perolehan kursi masing-masing partai di parlemen. Hasil ini tentu saja merupakan kabar baik bagi yang terpilih, sekaligus menjadi kabar buruk bagi sebagian calon yang tidak dipercaya rakyat mewakili mereka. Bagi yang terpilih, adalah awal yang baik dimana mereka harus mempersiapkan diri dengan baik pula untuk mengemban amanah membawa aspirasi rakyat lima tahun kedepan yang selama ini buntu yang kadang kita tidak ketahui dimana sumbatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil rakyat atau yang selama ini akrab kita sebut anggota DPR, sesungguhnya adalah sebuah profesi yang sangat mulia, dimana seseorang yang berpredikat wakil rakyat mempunyai tugas mengemban amanah sekaligus menyampaikan apa yang menjadi keinginan rakyat yang diwakilinya kepada pemerintah untuk kesejahteraan mereka. Karena begitu mulianya tugas ini, sejatinya, pribadi yang seharusnya menjadi wakil rakyat seharusnya  mereka yang juga benar-benar mengerti apa sesungguhnya keinginan rakyat, memiliki kedekatan dan mengerti masalah-masalah kerakyatan. Bukan mereka yang sekedar mengejar prestise sebuah jabatan, atau sekedar ingin disebut sebagai yang terhormat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konstitusi kita, beberapa tugas pokok dan fungsi parlemen yang kemudian dijabarkan dalam  bentuk hak adalah hak pengawasan, bersama pemerintah membuat Undang-Undang yang biasa disebut hak legislasi, dan hak budget atau hak anggaran. Dari ketiga tupoksi ini, esensi sebenarnya terletak pada sejauh mana parlemen mampu menyerap aspirasi rakyat, kemudian menjembatani keinginan dan kehendak rakyat tersebut untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai eksekutif (pelasana). Selanjutnya, kebijakan pemerintah sebagai implementasi keinginan dan kehendak rakyat  itu kemudian diawasi pelaksanaanya, sehingga hasilnya nanti benar-benar membawa dampak yang positif terhadap kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam kenyataannya, justru kita temukan terjadi distorsi, dimana para wakil rakyat ini tidak lagi berperan sebagaimana mestinya. Yang nampak di depan mata kita adalah, sebagian besar mereka menjadikan jabatan ini sebagai prestise yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Kompromi-kompromi politik yang dilakukan sebagian besar bermuara pada interest pribadi dan  partai, sehingga yang menonjol dari ketiga tugas pokok dan fungsi tadi hanyalah hak budget (anggaran).  Ujung-ujungnya tentu saja rakyat makin menderita dan makin sejahteralah mereka.   Beberapa kasus yang terjadi di DPR, seperti misalnya kasus BLBI yang sampai saat ini tidak jelas penyelesaiannya, tertangkap tangannya sebagian anggota DPR melakukan korupsi dengan indikasi suap dan pemerasan terhadap pejabat-pejabat daerah, mafia anggaran dan calo proyek, dan masih banyak lagi kasus lain, menunjukkan kepada kita betapa profesi mulia ini telah bergeser tujuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sandiwara seperti ini yang sering kita lihat dipertontonkan para anggota DPR itu, masih layakkah mereka disebut sebagai wakil rakyat?, jawabannya tentu saja tidak . Lalu mengapa banyak diantara kita yang berlomba-lomba ingin menjadi anggota parlemen, bahkan rela mengeluarkan cost politik yang begitu mahal untuk meraih jabatan itu?. Dari sini sebenarnya  sudah dapat diukur, apa sebenarnya tujuan sebagian besar dari orang-orang yang selama ini tidak memiliki latar belakang politik berbondong-bondong ingin menjadi "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;wakil rakyat&lt;/span&gt;". Apalagi kalau bukan karena prestise dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kursi empuk&lt;/span&gt; itu. Dengan demikian, dapat pula disimpulkan bahwa, pantas saja kehidupan rakyat dari periode ke priode tidak terjadi perubahan yang signifikan, bahkan mungkin dikatakan menurun. Mengapa?, karena sebagian besar wakil rakyatnya berangkat dari niat dan kepentingan yang berbeda-beda dan tidak sepenuhnya ingin mengabdi pada rakyat. Tentu dengan dengan tidak menafikan mereka yang benar-benar tulus ingin berjuang untuk kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-3220763052766507757?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/3220763052766507757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=3220763052766507757&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/3220763052766507757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/3220763052766507757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/kursi-empuk-itu-bernama-parlemen.html' title='kursi empuk itu bernama parlemen'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Siam4LnswxI/AAAAAAAAACI/iWnLs79iV8o/s72-c/Prof+chair.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-7922614278378499161</id><published>2009-06-01T02:49:00.008+08:00</published><updated>2009-06-10T16:47:58.825+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>memahami agama dalam menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SiLSzG7mCVI/AAAAAAAAACA/CX8J5mpyf0s/s1600-h/Al+Quran.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SiLSzG7mCVI/AAAAAAAAACA/CX8J5mpyf0s/s200/Al+Quran.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342063883490560338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemajuan ilmu  pengetahuan dan teknologi abad ini, banyak memberi pengaruh bagi perkembangan kejiwaan dan cara berfikir seseorang. Efek yang ditimbulkannya begitu dahsyat mempengaruhi akal  sehingga pola fikir, tingkah laku dan cara pandang lebih banyak bertumpu pada logika akal. Pengaruh yang begitu kuat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, secara perlahan-lahan menggiring manusia kedalam suatu pusaran arus modernisme yang mengehendaki segalanya harus dinilai dengan rasio dan logika intelektual. Hal ini berbanding lurus dengan sikap dan persangkaan seseorang terhadap sesuatu, baik itu objek materi maupun non materi. Sesuatu dikatakan baik, jika memenuhi takaran intelektual yang rasional dan logis, dan sebaliknya buruk atau jelek jika ... &lt;/div&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;bertentangan dengan penilaian logika. Kondisi seperti ini lambat laun membawa manusia semakin jauh dari ajaran agama yang sesungguhnya mengendaki adanya keseimbangan penggunaan logika dan perasaan sebagai sumber dalam mananamkan keyakinan  kepada Allah SWT. Dengan kondisi seperti ini, semakin banyak manusia yang tidak sadar dalam kesadarannya bahwa akal memiliki keterbatasan yang jika tidak dalam tuntunan wahyu, akan berpotensi besar melahirkan pembangkangan. Baik itu pembangkangan pada nilai-nilai moral kehidupan maupun pembangkangan pada zat yang menciptakan akal itu sendiri. Pendewaan terhadap akal kemudian melahirkan sikap skeptis dan apatis yang menafikan campur tangan Tuhan dalam melakukan interaksi menjalani hidup. Muncullah dikhotomi yang memisahkan kehidupan agama dengan kehidupan dunia, dan jadilah manusia-manusia abad ini sebagai manusia sekuler. Karena segala sesuatu harus sesuai dan masuk akal, maka mata menjadi titik awal dalam menentukan baik buruknya sesuatu hal, yang kemudian menjadikan otak sebagai titik sentral dalam pengambilan keputusan. Padahal, sesuatu yang buruk atau jelek menurut akal manusia, justru mungkin itu yang baik bagi dirinya menurut Tuhan, begitupun sebaliknya sesuatu yang baik menurut akal belum tentu baik di mata Tuhan dan mungkin justru itu buruk  bagi manusia itu sendiri. Sungguh ini adalah perkara misteri yang pada dasarnya diluar jangkauan logika intelektual manusia, tapi terkadang dipaksakan untuk diterima dan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perkara-perkara seperti ini, Tidak sedikit Allah dan Rasulnya beserta orang-orang shaleh terdahulu memberi pesan, baik itu melalui firman Allah dalam kitab suci-Nya, pesan dari para Nabi dan Rasul, bahkan kisah-kisah nyata bertuliskan tinta emas yang tercatat dalam sejarah, tetapi manusia kadang tidak mau mengambil ibrah (pelajaran) darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mempersempit bahasan ini khususnya dalam hal memilih jodoh. Seperti kita ketahui bersama, seiring dengan perubahan waktu dan perkembangan jaman, terjadi pergeseran paradigma bagi masyarakat modern yang hidup diabad ini dalam memilih jodoh. Apakah itu laki-laki maupun perempuan, dalam urusan yang satu ini, diera modernisasi seperti sekarang sebagian besar didasarkan atas paradigma baru. Nilai-nilai luhur yang diajarkan agama dinilai kaku, kolot bahkan dianggap penghalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran misalnya, adalah paradigma baru yang dianggap sangat tepat dalam upaya merintis jalan menuju pernikahan. Pacaran menurut penganutnya merupakan cara yang efektif untuk mengenali pasangan luar dan dalam sebelum memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan. Walaupun dalam kenyataannya, tidak sedikit korban yang jatuh bergelimpangan sebagai akibat dari pacaran ini. Lihatlah contoh seperti misalnya, hamil diluar nikah,  kumpul kebo, aborsi, kawin cerai, pernikahan yang gagal padahal pacarannya sudah berjalan bertahun-tahun bahkan kedua jenis kelamin yang berbeda ini sudah menyatukan diri layaknya suami istri, dan berbagai ekses lainnya yang timbul. Tetapi sebagian besar kita masih juga menutup mata, bahkan semakin mengagung-agungkan budaya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dalam menentukan pilihan, bukan rahasia lagi kalau sebagian besar manusia abad ini, baik-laki-laki maupun perempuan lebih mengutamakan  bentuk fisik dan materi calon pasangan hidupnya dari pada faktor-faktor lainnya. Seakan wajah cantik nan rupawan, tampan gagah perkasa, harta benda, kedudukan dan jabatan akan seratus persen merupakan jaminan kebahagiaan hidup. Padahal sekali lagi, kenyataan yang terpampang di depan mata justru berkata lain. Wajah cantik rupawan, tampan dan gagah perkasa yang tidak dilandasi dengan iman dan pemahaman agama yang baik berpotensi menimbulkan masalah. Dunia hari ini menunjukkan bukti kepada kita bahwa perselingkuhan terjadi di mana-mana, wanita dan pria  idaman lain (WIL dan PIL) berseliweran tidak kenal waktu. Dengan keadaan yang sedemikian itu, masih juga kita berkelik dan berdalih bahwa itu hal biasa yang merupakan konsekwensi kemajuan jaman dan kehidupan anak cucu adam.  Padahal Allah telah mengingatkan bahwa akan terjadi kerusakan di darat dan di laut sebagai akibat dari ulah tangan-tangan manusia itu sendiri yang tidak mengindahkan petunjuk dan larangan-larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Allah SWT mengingatkan, sesuatu yang baik menurut kita barangkali justru itu yang buruk dan sesuatu yang buruk menurut kita mungkin justru itu yang terbaik. Oleh karena itu dalam memaknai hakekat ini, seyogyanya kita bisa bersikap lebih arif serta berupaya melakukan sinkronisasi atas apa yang menjadi keinginan dan kehendak kita sebagai makhluk dengan keinginan dan kehendak Allah sebagai khaliq. Artinya memahami dan mempraktekkan ajaran luhur yang bersumber dari nilai-nilai agama yang bersifat ilahiyyah menjadi mutlak adanya. Jika ini yang kita lakukan, maka yakinlah bahwa kebahagiaan yang menjadi dambaan kita dan semua orang akan terwujud. Oleh karena itu ilmu pengetahuan boleh berkembang pesat, logika intelektual dapat terus diasah dan ditingkatkan, tetapi memahami agama sebagai tuntunan hidup dan sebagai perisai dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan menjadi wajib adanya. Wallahu 'alam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-7922614278378499161?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/7922614278378499161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=7922614278378499161&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7922614278378499161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7922614278378499161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/06/memahami-agama-dalam-menyikapi-kemajuan.html' title='memahami agama dalam menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/SiLSzG7mCVI/AAAAAAAAACA/CX8J5mpyf0s/s72-c/Al+Quran.gif' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-5004266791449213802</id><published>2009-05-24T18:37:00.007+08:00</published><updated>2009-05-24T22:03:34.006+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teropong'/><title type='text'>mengapa wanita gemar berpakaian mini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Shkve7JyTuI/AAAAAAAAAB4/kbnf6dynHho/s1600-h/seksi+girls.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Shkve7JyTuI/AAAAAAAAAB4/kbnf6dynHho/s200/seksi+girls.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339351041545752290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari belakangan ini, saya dilanda rasa jenuh yang luar biasa. Efeknya juga luar biasa, berimbas pada jemari saya yang se-akan-akan terasa kelu, kaku, beku dan ngilu, sulit diajak kompromi untuk menulis, apalagi menulis artikel-artikel politik, demokrasi, partai politik yang sudah banyak membuat rakyat ini muak. Akhirnya, daripada bengong aja di depan sahabat 12 inchi ini (laptop), jadinya aktifitas saya lebih banyak jumping dari blog satu ke blog lainnya menyusuri beberapa jejak yang ada di kotak shoutbox  sambil meninggalkan jejak dengan harapan mendapatkan kunjungan balik. Teman-teman blogger biasa menyebut aktifitas ini sebagai aktifitas blogwaking. Entah merupakan suatu kebetulan atau tidak, dari aktifitas blogwalking ini, saya terdampar pada blog-blog yang banyak menampilkan foto gadis-gadis cantik dengan busana minim dan seksi, salah satunya seperti yang anda lihat pada awal artikel ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepintas setelah melihat foto-foto seperti itu pada beberapa blog, tiba-tiba saja muncul ide di kepala saya untuk menulis artikel dengan judul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGAPA WANITA GEMAR BERPAKAIAN MINI&lt;/span&gt;", seperti yang anda lihat sekarang. Kemudian saya download salah satu foto dari mereka untuk saya jadikan icon mengawali penulisan artikel ini. Salah satu konsekwensi dari pemilihan judul seperti di atas, mau tidak mau saya harus membaca beberapa referensi yang berhubungan dengan sifat-sifat wanita, agar pemaparan saya tidak ngawur tanpa dasar dan tidak menimbulkan kesan asal bunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari proses pembacaan, yang kemudian saya coba komparasikan dengan pengamatan saya selama ini, menghasilkan beberapa alasan dan kemsimpulan mengapa kebanyakan wanita gemar berpakaian mini dan seksi dan tanpa rasa malu memperlihatkan (lain kata memamerkan) bagian-bagian tubuh yang seharusnya tidak boleh nampak (terutama di depan umum) dengan berpakaian minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya wanita itu indah dan memiliki kepekaan atau sensitifitas yang tinggi terhadap keindahan. Karena sifatnya itu, wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Seorang wanita akan merasa puas jika orang lain (terutama lawan jenis) berdecak kagum pada kecantikannya. Karena itu untuk tampil cantik, berbagai cara dilakukannya. Mulai dari diet yang teratur, olah raga, memakai kosmetik perawatan kulit, sampai memilih busana (termasuk pakaian mini dan seksi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu senang dipuja dan suka dipuji, terutama oleh lawan jenisnya (laki-laki), apalagi jika yang dipuji adalah kecantikannya. Seorang wanita, jangankan wanita yang masih single (bujang), yang sudah berkeluargapun sangat senang dipuji, apalagi jika yang memujinya itu adalah orang yang dicintainya. Kerena sifatnya yang suka dipuji, kadang membuat mereka larut dan terbuai, sehingga sebagian besar diantara mereka banyak yang lupa dan membuat mereka kehilangan akal sehatnya. Dalam kondisi seperti ini, dikibulipun kadang mereka tidak menyadarinya. Lihatlah misalnya seperti even kontes kecantikan, kontes ratu-ratuan, lomba nyanyi dan sebagainya. Semua even itu pada dasarnya adalah even yang diadakan untuk mempertontonkan tubuh wanita. Karena itu berbagai macam jenis busanapun dikenakan padanya. Singkatnya merekapun didandani dengan berbagai macam pakaian dengan berbagai model dengan tujuan ekploitasi tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab yang ketiga mengapa wanita suka berpakaian mini dan seksi adalah karena wanita (terutama yang berada didunia timur) menjadi korban infiltrasi budaya barat yang serba liberal dengan corong media massa, baik itu media massa cetak maupun elektronik. Tidak bisa disangkal bahwa hari ini, tidak satupun dari berita media cetak dan tontonan televisi yang lepas dari keteribatan wanita. Bahkan ada tontonan TV yang kadang-kadang tidak ada hubungannya sama sekali  dengan wanita, tetapi dipaksakan untuk menampilkan mereka dengan pose yang dibalut busana minim dan seksi. Seperti iklan obat nyamuk, iklan sepeda motor, iklan sabun dan lain-lain. Anehnya, pada posisi ini wanita justru menjadi korban dimana hal itu tidak mereka sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain, mengapa wanita gemar berpakaian minim dan seksi karena mereka menjadi korban dunia bisnis dan industri. Tengoklah misalnya industri film, industri musik, industri televisi yang banyak mengeksploitasi tubuh wanita. Jika diamati dengan baik, sektor industri dan bisnis inilah yang banyak  menggunakan wanita sebagai icon. Anehnya dalam menggeluti profesinya di dunia bisnis dan industri ini, mereka diwajibkan menggunakan busana yang dapat dikatakan hampir tidak ada hubungannya sama sekali dengan profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin melihatnya secara lebih nyata, cobalah nonton film, sinetron, atau berbagai acara TV yang sebagian besar bertema cintanya anak muda dimana para pemeran wanitanya rata-rata berbusana mini dan seksi. Begitu juga di pusat-pusat perbelanjaan seperti mall, swalayan. Di tempat-tempat seperti ini, tidak sulit menemukan wanita dengan busana mini dan seksi. Sebagian besar diantara mereka apabila ditanya "mengapa berbusana seperti itu?", pasti akan serempak menjawab "Karena tuntutan pekerjaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya para pengusaha itu mengatahui betul bahwa empat belas abad yang silam, Muhammad Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya menyatakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah"&lt;/span&gt;. Hanya saja, hadits ini dipenggal, yang diambil kemudian adalah penggalannya  "Sebaik-baik perhiasan adalah wanita". Maka ramailah wanita dipajang di mana-mana dengan pakaian mini dan seksi dengan tujuan sebagai penglaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita gemar berpakaian mini dan seksi karena mereka sudah kehilangan akal sehatnya. Menurut anda, apa bahasa lain dari orang yang telah kehilangan akal sehatnya? (silahkan jawab sendiri). Saya tidak mau menjawabnya di sini karena khawatir tidak ada lagi wanita yang mau mengunjungi blog ini &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif" /&gt; &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kategori ini, ada yang memang sengaja melakukannya dengan alasan modis (mengikuti model) dan tidak ingin dikatakan kampungan atau ketinggalan jaman. Padahal sebenarnya tidak  ditemukan dalam kamus manapun juga, bahwa seorang wanita akan dikatakan tidak mengikuti model, kuno dan kolot jika tidak mau memperlihatkan bagian-bagian sensitif dari tubuhnya. Pemikiran seperti ini lahir dan tumbuh di atas  persepsi yang keliru atas makna mengikuti perkembangan jaman. Akibatnya dapat kita lihat bahwa wanita-wanita berfikiran modis dan katanya tidak kampungan ini kemudian banyak yang  terjebak dalam pergaulan bebas tanpa batas, kumpul sapi (sejenis kebo kan?) dan lain-lain. Walaupun  tidak sedikit dari mereka yang terpaksa melakukannya karena sebab paksaan dan tekanan. Bisa karena paksaan pihak lain seperti laki-laki, bisa juga karena tekanan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelusuri lebih jauh, juga banyak ditemukan bahwa penyebab banyaknya wanita yang suka berbusana minim dan seksi karena peran kaum lelaki yang melakukan penyesatan. Walaupun tidak semua tentunya. Daam hal ini, mungkin yang dimaksud adalah laki-laki hidung belang. Nah, jika anda yang sedang membaca artikel ini seorang laki-laki, segera ambil cermin dan perhatikan baik-baik hidung anda. Jika anda menemukan hidung anda ada belangnya, maka jangan-jangan anda termasuk bagian dari apa yang saya katakan tadi &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor yang tidak kalah sedikit mengambil peran menjadikan banyak wanita berpakaian mini dan seksi adalah sektor pariwisata. Saya tidak perlu menguraikan lebih panjang lagi bagaimana peran wanita sebagai objek disektor ini. Singkatnya adalah, dunia pariwisata akan kehilangan pasar tanpa keterlibatan wanita. Anehnya keterlibatan mereka justru sebagai objek dan pada hal-hal yang sifatnya nyerempet dunia esek-esek. Terjadi semacam efek domino di dalamnya. Misalnya begini, perkembangan pariwisata harus ditunjang dengan keberadaan hotel-hotel megah. Pihak pengelola hotel inipun jika ingin hotelnya tidak ditinggalkan penghuni, harus mau menyediakan wanita-wanita penghibur yang siap pake (macam mobil aje!!! &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif" /&gt; bagi turis asing dan domistik yang menginap di sana. Sejalan dengan hal ini, tumbuh dan berkembang pula dunia hiburan malam, yang lagi-lagi menjadikan wanita sebagai objeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan mereka!, padahal kalau kita mau menyadari sedikit saja, bahwa sesungguhnya wanita adalah ciptaan Allah yang sempurna. Kemuliaan wanita tiga kali lipat melebihi laki-laki. Seperti sabda Rasulullah pada seorang sahabat yang bertanya padanya, "siapakah yang harus saya muliakan (hormati)?", Rasulullah menjawab "Ibumu" sebanyak tiga kali baru menyebut "Ayah" pada jawaban berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lain mengapa banyak wanita yang suka berpakaian mini dan seksi adalah karena sebab ekonomi. Apa pasal?. Data statistik menyebutkan bahwa jumlah rakyat Indonesia yang saat ini berada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di bawah garis kemiskinan&lt;/span&gt; adalah 40 juta (belum termasuk yang persis berada di garis kemiskinan itu). Kita semua mengetahui bahwa kemiskinan dari sudut pandang ekonomi banyak mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Mungkin hal ini juga berlaku pada sebagian besar wanita. Karena sebab kemiskinan dan kemelaratan, banyak di antara mereka tidak sanggup membeli bahan yang cukup untuk membuat pakaian, akhirnya mereka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memakai pakaian seadanya&lt;/span&gt; (pakaian mini dan seksi tadi). Kalau itu alasannya, tentu kita harus memakluminya. Tapi anehnya, banyak di antara mereka yang suka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berpakaian ala kadarnya &lt;/span&gt;ini berasal dari golongan ekonomi menengah, orang-orang kaya dan berpendidikan. Kata sebagian orang, jaman ini memang sudah makin edan (Gila). "Jamannya yang edan atau orangnya?", jawab aja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedelapan atau yang terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab terbesar yang membuat wanita gemar berpakaian mini dan seksi adalah kerena kebodohan terhadap ajaran agamanya. Penetrasi budaya barat berkolaborasi dengan ilmu pengetahuan yang cenderung menanamkan loberalisme, menimbulkan dikhotomi pemikiran yang membedakan agama dengan kehidupan dunia. Bahwa agama hanya mengurusi ha-hal sempit dan berdimensi ukhrawi, mengakibatkan banyak orang yang berfikiran bahwa agama hanyalah pelengkap dalam artian sempit. Agama tidak semestinya melakukan intervensi yang terlalu dalam mengatur kehidupan seseorang termasuk wanita dalam hal berbusana. Akibatnya?, seperti yang anda lihat sekarang, banyak orang yang mamandang remeh apa itu dosa, apa itu neraka. Celakanya, tidak sedikit orang yang jelas-jelas telah berbuat maksiat, tetapi sangkaannya justru ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat adanya.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-5004266791449213802?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/5004266791449213802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=5004266791449213802&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/5004266791449213802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/5004266791449213802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/05/mengapa-wanita-gemar-berpakaian-mini.html' title='mengapa wanita gemar berpakaian mini'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Shkve7JyTuI/AAAAAAAAAB4/kbnf6dynHho/s72-c/seksi+girls.gif' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-2766802185181635546</id><published>2009-05-20T02:26:00.007+08:00</published><updated>2009-05-20T05:08:45.146+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>kenikmatan berujung malapetaka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/ShL6ZyR7FEI/AAAAAAAAABI/0k6pIiOfwiM/s1600-h/Antasari-Rhani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/ShL6ZyR7FEI/AAAAAAAAABI/0k6pIiOfwiM/s200/Antasari-Rhani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337603829288080450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam dua bulan terakhir, jika berkunjung ke beberapa web blog teman-teman blogger Indonesia, foto ini akan banyak ditemui, entah itu sebagai head line blog, atau sekedar pajangan agar menarik pengunjung untuk berkunjung. Saya yakin keduanya pasti anda kenal dengan baik, karena pemberitaan atas keduanya begitu marak pasca tewasnya Nasrudin Zoelkarnain. Hampir tiap hari, entah itu media cetak maupun elektronik berlomba memberitakan dua insan berlainan jenis dan beda generasi ini. Karena begitu hebatnya daya pikat kasus yang dialami keduanya, hampir-hampir menenggelamkan berita mengenai proses &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;demokrasi&lt;/span&gt; yang sementara akan memamsuki babak kedua menuju pemilihan presiden dan wakil presiden.&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukannya ingin latah apalagi ikut-ikutan sesuatu yang lagi trend, tetapi melalui postingan ini, dengan berbekal sedikit ilmu hukum dan poitik yang saya miliki, saya akan coba mengemukakan pendapat saya mengenai kasus yang sedang menimpa Antasari Ashar sang Ketua KPK, yang nekat mengotaki aksi pembunuhan berencana terhadap Nasaruddin Zoelkarnain jika benar ia yang mendalanginya, tentu dengan tidak bermaksud mengabaikan asas preasumption of innocent atau dikenal dengan istilah asas praduga tak bersalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui dari media massa, bahwa motif pembunuhan sang direktur asal Sulawesi Selatan yang konon kabarnya sangat dekat dengan Antasari Ashar dan banyak mengetahui kasus korupsi yang sementara dalam penanganan KPK, didasari atas skandal hubungan asmara dalam bentuk cinta segitiga. Hal ini terungkap atas keterangan penyidik yang bersumber dari saksi pelaku yang saat ini tengah mendekam dalam tahanan Polda Metro Jaya. Walaupun secara yuridis formal alasan pembunuhan ini belum dapat dibuktikan karena prosesnya masih dalam tahap penyidikan Polri, pendapat umum bahkan media melalui beberapa bukti-bukti awal seperti foto-foto dan keterangan sopir pribadi Nasruddin Zoelkarnain, seakan-akan sudah secara bulat mendukung keterangan awal yang menyebutkan bahwa penyebab aksi pembunuhan ini karena motif asmara berbalut cinta segitiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti kasus ini lewat pemberitaan surat kabar dan Televisi, saya justru memiliki pendapat lain. Saya belum dapat percaya sepenuhnya kalau motif pembunuhan yang didalangi Antasari Ashar (kalau benar ia sebagai dalangnya), berlatar belakang asmara. Menurut saya, alasan ini terlalu kecil bagi seorang jaksa senior seperti Antasari yang sudah kenyang serta memiliki jam terbang tinggi dalam masalah-masalah hukum sebelum menjabat sebagai Ketua KPK. Bukannya bermaksud memandang remeh kasus perselingkuhan yang melibatkan pejabat negara dengan gadis cantik seperti Rani Juliani. Realitas seperti ini bukan barang baru di negara kita Indonesia. Banyak contoh kasus seperti ini. Masih ingat kan dengan kasus anggota DPR dari Golkar dan PDIP?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kira-kira alasan yang paling logis untuk menjelaskan penyebab nekatnya  Antasari Ashar mangarsiteki pembunuhan Nasruddin seandainya benar ia jadi otaknya?.  Menurut saya, penyebabnya bukan karena cinta segitiga seperti yang banyak diberitakan media, melainkan ada kasus besar dimana Antasari terlibat di dalamnya, yang diketahui Nashruddin Zoelkarnain. Kasus itu bisa saja berhubungan dengan penanganan kasus korupsi yang sekarang ini ditangani KPK dimana Antasari Ashar sebagai ketuanya.        Mari kita cermati pengakuan Antasari kepada penyidik Polri dimana ia mengakui bahwa ia pernah pernah diperas dan diteror melalui sms oleh almarhum. Kalau misalnya alasan pemerasan yang dilakukan oleh Nasrudin karena memiliki rekaman video Antasari bersama Rani Juliani di salah satu hotel di Jakarta. Bukankah sinyalemen ini sudah pernah dibantah oleh Antasari bahwa di Hotel itu bukan hanya ia dengan Rani tetapi ada orang lain yang bersamanya, dan keberadaannya di Hotel itupun tidak lebih dari lima menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tarolah misalnya video perselingkuhan itu benar dan Nasrudin memanfaatkannya untuk memeras Antasari dengan ancaman akan membocorkan video itu ke publik jika Antasari tidak memenuhi keinginannya membayar sejumlah uang, bukankah sebagai seorang jaksa Antasari bisa saja berkelit dan menuduh Nasruddin bersama Rani Juliani merekayasa kejadian itu, sehingga Antasari punya alibi untuk menyerang balik Nasruddin sehingga Nasrudin harus berfikir seribu kali untuk membocorkan rahasia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jika benar terjadi tindakan pemerasan, sangat tidak logis jika Antasari tidak dapat menyelesaikannya secara baik-baik bersama Nasrudin. Toh mereka berdua bisa melakukan kesepakatan di bawah meja, sebagaiman lazimnya yang terjadi dalam dunia peradilan kita. Dan logika saya mengatakan, seorang direktur sekelas Nasrudin tidak sebodoh itu melakukan tindakan gegabah memeras Antasari dengan meminta sejumlah uang, apalagi terhadap seorang ketua KPK. Bukankah itu sama saja dengan menggali lobang untuk dirinya sendiri. Seandainya Nasrudin ini orang biasa tanpa kedudukan dan kemudian melakukan pemerasan, mungkin alasan itu masuk akal dan dapat diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulan sementara saya, kasus ini bukan motif asmara. Ada kasus lain yang diketahui Nasrudin dimana kasus itu melibatkan Antasari dan mungkin juga pejabat negara lainnya (motif politik). Sehingga bagi Antasari tidak ada piihan lain kecuali harus melenyapkan sang direktur dari muka bumi. Untuk memuluskan langkahnya itulah, Antasari lalu meminta bantuan karibnya sang Komisaris Besar Polisi Williardy Wizard mantan Kapolres yang memiliki basic reserse, merencanakan misi menghilangkan nyawa Nasrudin sebagai satu-satunya jalan keluar. Wallahu 'alam, ini hanya dugaan saya berdasarkan pemberitaan yang ada. Selebihnya, sebagai negara yang katanya negara hukum, mari kita serahkan persoalan ini kepada kepolisian, jaksa dan pengadilan untuk mengungkapkannya, sehingga kasus ini menjadi terang benderang dan publik mengetahui apa motif yang sebenarnya. Mari kita tunggu kinerja profesional Polri dalam menuntaskan kasus ini. Akankah Antasari dapat dibuktikan sebagai arsitek peristiwa ini, atau ada dalang lain?, pengadilanlah yang akan membuktikannya. Jika kelak pengadilan memutuskan Antasari Ashar terbukti bersalah dan penyebab keterlibatannya sebagai dalang murni karena perselingkuhannya dengan Rani Juliani dalam balutan asmara cinta segitiga, maka kalimat yang tepat untuknya adalah "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenikmatan Berujung Malapetaka&lt;/span&gt;". &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-2766802185181635546?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/2766802185181635546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=2766802185181635546&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/2766802185181635546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/2766802185181635546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/05/kenikmatan-berujung-malapetaka.html' title='kenikmatan berujung malapetaka'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/ShL6ZyR7FEI/AAAAAAAAABI/0k6pIiOfwiM/s72-c/Antasari-Rhani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-3187600937315061160</id><published>2009-05-17T23:30:00.007+08:00</published><updated>2009-06-09T22:35:33.152+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan'/><title type='text'>sebuah penghargaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/ShAw02mNqOI/AAAAAAAAABA/d9YNpRO52A8/s1600-h/Award.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/ShAw02mNqOI/AAAAAAAAABA/d9YNpRO52A8/s200/Award.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336819243001161954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Award&lt;/span&gt;", logo ini yang bisa anda lihat mengawali postingan saya kali ini. Kalau anda melihat label beberapa tulisan saya sebelumnya, atau membaca beberapa judul postingan saya yang lain, pasti anda berkesimpulan bahwa postingan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan tema blog saya yang memang lebih banyak menyoroti persoalan politik, khususnya politik dalam negeri, dan hal lain yang masih ada korelasinya dengan partai poitik. Jujur, saya juga mengakui itu, karenanya saya sendiri sampai bingung memberinya label (he..he..he). Selama kurang lebih beberapa bulan menjalani hobi ngeblog (bahasa kerennya), saya sama sekali tidak pernah membayangkan kalau ada sahabat blogger yang entah dengan pertimbangan apa, memberi saya award (seperti yang anda lihat sekarang). Apalagi, kenal dengan beliau baru sekitar dua hari, itupun hanya sepintas melalui blogwalking dan secara kebetulan template blog kami sama. Tapi sudahlah, saya tidak ingin memperpanjang hal ini. Kepada sahabat berhati mulia yang telah menghadiahi saya award ini, saya ucapkan banyak terima kasih, semoga pemberian anda bermanfaat dan mendatangkan hikmah yang baik bagi saya juga kepada sahabat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika berbicara mengenai award, bayangan yang berkelebat di benak kita pasti berhubungan dengan prestasi yang dicapai oleh seseorang, prosesnya melalui seleksi yang ketat, dan biasanya penganugerahannya melalui acara yang khusus diadakan untuk itu. Lalu bagaimana realitas pemberian award yang biasa dilakukan di kalangan blogger?. Silahkan anda renungkan dan cukup menjawabnya dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award dalam dunia blogging, menurut saya adalah sikap simpati yang perwujudannya tidak dengan bahasa verbal tetapi menggunakan isyarat gambar. Untuk memahami maknanya , seseorang tidak harus piawai menganalisa gambar, tetapi cukup memiliki kepekaan yang tinggi agar bisa menagkap apa sesungguhnya yang dinginkan sipemberi award itu. Memang sih, kalau kita mencoba menyelami hakekat pemberian sebuah award, sebagaian besar blogger pasti akan mengatakan tujuan utama yang ingin dicapai adalah meningkatnya pengunjung atau trafik blog yang ujung-ujungnya bermuara untuk meingkatkan page rangking (tul apa betul?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari benar tidaknya pendapat saya, yang pasti sipenerima award dituntut untuk memiliki sikap bijaksana sekaligus rasa hormat, sekaligus belajar untuk mengahargai pemberian orang lain. Mungkin ada yang tidak suka karena adanya tuntutan moral untuk meneruskannya pada yang lain, tetapi juga tidak akan ada yang pernah tau hikmah dibalik pemberian ini. Kadang kita tidak suka kepada sesuatu, padahal sesungguhnya ia baik bagi kita, dan kadang kita suka, tetapi sebaliknya mungkin saja ia tidak baik bagi kita. Karena itu, ambil hikmahnya dan syukuri apa yang ada sekaligus teruskan amanah award ini kepada yang lain. Karena yakinlah bahwa pasti ada di antara sabahat blogger yang membutuhkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan itulah, maka pemberian award ini saya teruskan kepada sahabat yang nama dan blognya saya cantumkan seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Erwin Yustiawan, http://www.erwinyustiawan.com&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bayu07, http://www.bhayudp.blogspot.com.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Arul, http://arul06suckspolitics.blogspot.com.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Heriza Sizou, http://www.heriza.co.cc.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Evi Yulianti, http://psikonseling.blogspot.com.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ibu Latifah Hizboel, http://usahasampinganonline.co.cc&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya perlu saya sampaikan kepada nama-nama penerima award yang saya tuliskan di atas, bahwa pemilihan ini saya lakukan secara acak dan anda-andalah yang beruntung mendapatkannya. Silahkan dipajang di blog anda masing-masing dan disebarkan kepada sahabat-sahabat blogger yang lain. Selamat ber award ria, sukses untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Pemberi Anugrah Award&lt;br /&gt;       ttd&lt;br /&gt;     Cap jempol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     (ikhwan)&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Catatan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Terima kasih kepada sahabat baruku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sarah&lt;/span&gt; alamat blog  &lt;a href="http://www.sarahsmart.co.cc" target="new"&gt;www.sarahsmart.co.cc&lt;/a&gt; yang telah memberikan Award ini kepada saya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kepada sahabat blogger yang karena kealpaan saya sebagai manusia biasa sehingga lupa memasukkan nama anda, silahkan mengajukan permintaan dengan meninggalkan pesan di shoutbox, insya Allah saya akan menambahkan nama anda pada nomor urut selanjutnya (he..he..he).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-3187600937315061160?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/3187600937315061160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=3187600937315061160&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/3187600937315061160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/3187600937315061160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/05/sebuah-penghargaan.html' title='sebuah penghargaan'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/ShAw02mNqOI/AAAAAAAAABA/d9YNpRO52A8/s72-c/Award.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-6640932034400003873</id><published>2009-05-16T13:42:00.007+08:00</published><updated>2009-05-16T15:48:25.641+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Indonesia memilih, "koalisi partai atau koalisi rakyat"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sg5TDNamjII/AAAAAAAAAA4/i1Tb6BX9vvU/s1600-h/Bendera+Dengan+Garuda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sg5TDNamjII/AAAAAAAAAA4/i1Tb6BX9vvU/s200/Bendera+Dengan+Garuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336293923086568578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana berita yang kita tonton dari televisi, mewarnai jalannya proses demokrasi di negeri yang kita cintai ini pasca pemilu legislatif. Tepat jam 11.00 WIB tadi malam, genap sudah tiga pasang calon prsiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia yang akan bertarung dalam pemilihan presiden tanggal 8 Juli 2009 mendatang. JK-Wiranto (JK-WIN) sebagai pasangan pertama, disusul SBY-Budiono (SBY-BERBOEDI) sebagai pasangan kedua, dan terakhir Mega-Parabowo (MEGA-PRO)sebagai pasangan ketiga. Dijadawalkan ketiga pasangan capres dan cawapres ini akan mendaftarkan diri secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum hari ini, sabtu 16 Mei 2009 sebagai syarat keikutsertaan mereka dalam pilpres mendatang. Mencermati ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden ini, ada yang sedikit menggelitik hati saya, yaitu proses terbentuknya ketiga pasangan ini, yang menurut saya melalui proses alot, sedikit unik sekaligus menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari kita lihat satu persatu peroses terbentuknya ketiga pasangan calon presiden kita kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasangan pertama, Jusuf Kalla - Wiranto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita ketahui bersama, perolehan suara Partai Golkar pada pemilu legislatif tanggal 9 April 2009 yang hanya 14% lebih, tidak memenuhi syarat yang ditetapkan  Undang-Undang untuk mengusung calon presiden sendiri. Karena itu mau tidak mau, Golkar harus membangun koalisi dengan partai politik lain untuk mengusung calon presiden dan wakil presidennya. Awalnya, partai Golkar melalui ketua umumnya yang juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, menyatakan keinginannya untuk tetap berkoalisi dengan partai Demokrat guna mendampingi SBY sebagai calon presiden RI masa bakti 2009-2014 untuk melanjutkan apa yang telah mereka berdua lakukan selama menjabat sebagai presiden dan wakil presiden RI 2004-2009. Tapi siapa yang menyangka, jika ternyata Partai Demokrat melalui SBY menolak secara halus keinginan JK ini dengan menetapkan kriteria calon wakil presiden yang menurut banyak kalangan sebagai bentuk penolakan secara halus SBY untuk berduet kembali dengan JK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hal ini berkali-kali dibantah oleh elit partai Demokrat, namun sesungguhnya hal ini dapat diketahui dari beberapa syarat-syarat yang ditetapkan SBY antara lain, loyal, bukan ketua umum partai, memahami ekonomi dan lain-lain. Dari ketiga syarat ini, pengamat politik menterjemahkannya sebagai alamat yang ditujukan kepada JK. Dalam pandangan mereka, SBY menganggap JK selama kebersamaan mereka, dianggap tidak loyal. Lebih-lebih lagi adanya syarat pendamping SBY nanti harus sosok yang bukan merupakan ketua umum partai. Ini jelas-jelas sebuah isyarat yang diakui atau tidak baik oleh Demokrat dan SBY merupakan alamat yang ditujukan pada JK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati situasi ini, sebagai orang timur yang peka, JK kemudian menyadari bahwa SBY tidak lagi menginginkan dirinya untuk berduet kembali menuju kursi RI 1 dan RI 2 pada pilpres mendatang. Agar tidak kehilangan muka, JK melalui rapat harian partai Golkar memutuskan untuk menghentikan komunikasi politik dengan Demokrat dengan alasan komunikasi politik mengalami kebuntuan. Melalui rapat pimpinan nasional khsuus, golkar secara resmi menyatakan akan mengusung calon sendiri yaitu Jusuf Kalla for  presiden, maka resmilah talak tiga dijatuhkan Golkar pada Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak kalangan menyesalkan keputusan SBY dan JK untuk berpisah, namun itulah politik. Tidak ada kawan atau lawan yang abadi di sana, karena yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Sesungguhnya sebagian besar masyarakat dan elit-eleit negeri ini masih banyak yang mengharapkan agar SBY dan JK melanjutkan kebersamaan mereka memimpin negeri ini untuk lima tahun mendatang, namun apa mau di kata, realitas politik memang kadang berbicara lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap SBY yang secara terangan-terangan menolak JK dianggap banyak kalangan, terutama para pengusaha, pakar politik, budayawan sebagai langkah yang salah. SBY menurut kacamata mereka teralu percaya diri dan seakan-akan sudah menganggap Demokrat sebagai pemenang pilpres. Padahal menurut perkiraan mereka, perolehan 20% pada pemilihan legislatif tidak bisa sepenuhnya dijadikan ukuran SBY akan memenangkan pemilihan presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas ini pulalah yang membuat JK dan Golkar harus membangun komunikasi politik dengan partai lain. Awalnya dicoba dengan PDIP tetapi komunikasi inipun gagal. Mungkin karena keduanya ngotot ingin jadi presiden. Dan seperti yang kita ketahui, akhirnya partai Hanura lah yang kemudian menjadi pelabuhan terakhir partai Golkar. JK - Wiranto resmi menjadi calon presiden dan wakil presiden usungan partai Golkar dan Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasangan kedua, SBY - Boediono (SBY-Berboedi)&lt;/span&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hasil pemilu legislatif, partai Demokrat sebenarnya tidak menemui kesulitan berarti untuk mengusung SBY sebagai calon presiden. Masalahnya justru berada pada penentuan siapa calon wakil presiden yang pantas mendampingi SBY. Hal ini makin alot dengan bereaksinya beberapa partai politik yang menyatakan berkoalisi dengan Demokrat. PKS, PKB dan PAN adalah partai politik peserta koalisi yang menghendaki agar pemilihan calon wakil presiden  diambil dari partai politik peserta koalisi. PKS yang kemudian membuat negosiasi makin alot karena menolak Boediono yang ternyata secara diam-diam telah ditunjuk SBY untuk mendampinginya. PKS bahkan mengancam akan keluar dari koalisi jika SBY tetap ngotot menunjuk Boediono sebagai cawapresnya. Melalui wakil sekertaris jenderalnya Fachri Hamzah, dalam wawancara telepon dengan salah satu kru TV ONE, menyatakan SBY akan kalah jika tetap memilih Boediono sebagai cawapresnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenyataan kemudian berbicara lain, bertempat di hotel seraton Bandung, PKS akhrinya luluh setelah bertemu dengan SBY beberapa jam sebelum pasangan SBY Boedino dideklarasikan di sasana Ganesha Bandung. Tidak ada yang tahu apa yang membuat PKS luluh dan mau menerima Boediono sebagai cawapres mendampingi SBY. Setelah itu muncul desas desus, bahwa PKS telah diiming-iming beberapa kursi menteri jika SBY kembali terpilih sebagai presiden pada pilpres mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita rakyat kecil, kalau benar telah terjadi kesepakatan demikian antara PKS dengan SBY, maka tentu kita hanya dapat berkata, sebegitu mudahnya idealisme dibarter dengan kekuasaan. Kalau isyu ini benar, makin nyata eksistensi PKS di mata para pemilihnya, bahwa PKS memang telah melenceng cukup jauh dari idealisme yang diperjuangkannya selama ini. Mungkin PKS telah merasakan lezatnya kursi kekuasaan, manisnya kedudukan dan jabatan, sehingga berani menggadai prinsip-prinsip yang selama ini menjadi tujuan pendiriannya. Wallahu 'alam bisshowab. Pertanyaanya kemudian adalah, adakah koalisi partai ini juga berakibat terbentuknya koalisi pemilih di akar rumput?. Secara pribadi saya mengatakan "tidak". Tidak ada jaminan bahwa berkoalisinya partai akan membuat pemilihnya akan melakukan hal yang sama. Harus di ingat bahwa, keinginan 3 orang elit PKS yang komitmen tetap berkoalisi dengan Demokrat belum sama dengan keingian sekian juta kader dan simpatisan PKS. Kenyataanlah yang akan membuktikannya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasangan ketiga, Megawati-Prabowo (Mega-Pro)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang saya sebutkan di atas, mungkin pasangan ketiga inilah yang paling alot dalam membicarakan koalisi. Beberapa kali pembicaraan mengalami kebuntuan karena kedua pimpinan partai ngotot untuk sama-sama menjadi presiden (he..he..he). Tentu saja suatu hil yang mustahal, sebab cawapres hanya satu, dan Prabowo melalui Gerindranya sebagai peraih suara dengan prosentase yang lebih kecil harusnya mau menerima posisi cawapres. Berkat dialog yang secara terus menerus dibangun akhrinya dicapai suatu kesepakatan, dan Prabowo menerima sebagai cawapres mendampingin Megawati dengan syarat, jika terpilih diberi kewenangan yang lebih besar mengatur ekonomi kerakyatan yang memang menjadi haluan partai Gerindra.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkaplah sudah tiga pasang calon presiden dan wakil presiden kita. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, siapa di antara ketiga pasangan calon itu yang akan meraih simapati mayoritas rakyat?. Jawabannya tentu ada dalam benak kita masing-masing sebagai rakyat. Melalui tulisan ini, saya hanya ingin menghimbau, manfaatkan dengan sebaik-baiknya suara anda semua pada pemilihan presiden nanti. Ingat, nasib bangsa ini hari esok akan ditentukan lewat pilihan anda pada tanggal 8 Juli 2009 yang tinggal sebulan lagi. Yang pasti, koalisi partai tidak berarti koalisi rakyat. Biarkan rakyat memilih sesuai dengan nuraninya, karena itu jangan paksa mereka untuk terlibat dalam kepentingan politik sesaat untuk kepentingan para elit. &lt;br /&gt;Selamat mencoblos, pilihan anda menentukan masa depan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-6640932034400003873?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/6640932034400003873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=6640932034400003873&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/6640932034400003873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/6640932034400003873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/05/indonesia-memilih-koalisi-partai-atau.html' title='Indonesia memilih, &quot;koalisi partai atau koalisi rakyat&quot;'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sg5TDNamjII/AAAAAAAAAA4/i1Tb6BX9vvU/s72-c/Bendera+Dengan+Garuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-7483684012995319301</id><published>2009-05-12T09:46:00.007+08:00</published><updated>2009-05-12T11:47:28.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>"pdip", partainya wong cilik, atau partainya yang licik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;P&lt;/span&gt;engumuman hasil rekapitulasi perhitungan dan perolehan suara &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;partai politik&lt;/span&gt; peserta pemilu oleh KPU beberapa hari yang lalu, menandai berakhirnya pemilu legislatif 2009. Seperti yang kita ketahui, banyak kalangan menilai bahwa dari sekian kali penyelenggaraan pemilu di Indonesia, baik itu sejak jaman orde lama maupun orde baru, sampai ke orde reformasi ini, pemilu legislatif tahun 2009 dianggap pemilu terburuk dalam sejarah penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Apa pasal?, banyak hal yang bisa dijadikan indikator, seperti misalnya, kesalahan distribusi surat suara, banyaknya wajib pilih yang tidak terdaftar (data komnas HAM ada 20 juta lebih), penggelembungan suara terjadi di mana-mana, keberpihakan KPU mendukung partai politik tertentu, sampai pada kekacauan proses perhitungan suara yang terjadi di sejumlah tempat. Dalam kacamata saya, ini bukan sebuah kesalahan yang tidak disengaja, melainkan sebuah rekayasa sistemik dari pihak-pihak tertentu untuk memenangkan partai politik tertentu. Tapi sudahlah, semua itu telah terjadi dan biarlah aparat yang berwenang (Komisi Konstitusi) yang menentukan prosesnya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada kesempatan kali ini, saya ingin sedikit mengulas eksistensi PDIP sebagai partai oposisi yang selama ini mengklaim dirinya sebagai partainya wong cilik. Seperti telah kita ketahui bersama, kekalahan PDIP pada pemilu presiden pada tahun 2004, membawa PDIP mengambil sikap oposisi, baik dalam pemerintahan maupun parlemen. Dari gedung wakil rakyat di Senayan, PDIP melalui wakil-wakilnya gencar melancarkan serangan-serangan kepada pemerintahan SBY-JK. Mulai dari kebijakan BLT, Turunnya BBM yang disinyalir dijadikan kesempatan oleh SBY sebagai upaya membangun popularitas dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan sang ketua umum mantan presiden wanita pertama Indonesia Megawati Soekarnoputri, juga gencar melancarkan kritik pada pemerintah. Kritikan pedas terakhir yang masih segar dalam ingatan kita dilontarkan Mengawati dalam sebuah even nasional PDIP, dimana saat itu Megawati secara terang-terangan mengatakan pemerintahan SBY-JK dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun hanya menjadikan rakyat ini seperti mainan yoyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis di atas menunjukkan betapa Megawati melalui PDIP nya benar-benar menunjukkan dirinya sebagai pribadi dan partai politik yang berseberangan dengan pemerintah (oposisi). Sikap ini ditunjukkan sampai detik-detik terakhir berakhirnya tahapan pemilu legislatif 2009, beberapa jam sebelum KPU pusat mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara partai politik peserta pemilu legislatif tahun 2009 yang telah berakhir dua hari lalu. Langkah ini semakin diperkuat saat PDIP bersama-sama dengan beberapa partai politik yang sudah pasti lolos ke Senayan (memenuhi syarat 2,5 % elektoral treshold), membentuk koalisi besar di parlemen untuk menjajal partai Demokrat yang menjadi pemenang pemilu. Tindakan ini masih dibumbui dengan slogan PDIP sebagai partainya wong cilik yang harus beridiri paling depan untuk membela nasib rakyat kecil. Oleh karena itu, Megawati dipastikan tetap maju sebagai calon presiden pada pilpres tanggal 8 Juli 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan keingianannya, serta melaksanakan amanat kongres, Megawati dengan teamnya pun mulai melakukan komunikasi politik dengan partai politik lain guna mencukupkan perolehan suara PDIP yang hanya 14% agar memenuhi syarat pencalonan yang harus mencapai 20%. Komunikasi politik yang pertama dilakukan PDIP dengan Hanura pimpinan Wiranto dan Gerindra dibawah asutan Prabowo. Dengan kedua partai politik ini, tidak ada hasil kongkrit yang tercapai, karena prabowo ngotot ingin tetap jadi calon presiden. Pasca bercerainya Golkar dengan Partai Demokrat, PDIP pun mencoba mengalihkan sasarannya ke Golkar dengan harapan JK mau menerima posisi cawapres. Ternyata gayung PDIP tak disambut baik oleh Golkar yang kukuh untuk tetap mengusung JK for president.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebuntuan komunikasi politik inilah, dalam acara syukuran kemenangan Demokrat di pendopo kediaman SBY di Cikeas Bogor, sang Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat itupun menegaskan, mengakui bahwa memang saat ini sedang dilakukan upaya untuk menyatukan Demokrat dan PDIP dalam bentuk koalisi. Hal ini diaminkan oleh Cahyo Kumolo (seorang petinggi PDIP) dalam sebuah wawancara TV dengan mengatakan : "koalisi besar tinggal masa lalu". "What happen?", ini pertanyaan yang banyak membuat pengamat dan pakar politik ternganga. Kok bisa ya?, sang ketua umum yang selama ini gencar menghantam Pemerintah tiba-tiba berbalik , bahkan ingin menjalin koalisi dengan Partai Demokrat. Kata seorang wartawan politik senior, "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini adalah sebuah pembelajaran politik yang sangat buruk bagi masyarakat&lt;/span&gt;". Memang, tindakan PDIP ini sah-sah saja, toh dalam politik tidak mengenal istilah kawan atau lawan yang abadi. Dalam politik, kepentingan itulah yang abadi. Hanya saja, jika tindakan PDIP ini di tinjau dari sudut pandang etika politik, tentu hal ini sesuatu yang sangat tidak lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat manuver politik PDIP ini, secara perlahan-lahan PDIP telah membuka kedoknya sendiri. Bahwa statemen yang selama ini di kampanyekan ke mana-mana sebagai partainya wong cilik makin membuktikan bahwa ternyata itu hanya kedok untuk meraih simpati rakyat cilik agar mau memilih PDIP. Sebagai seorang pemerhati politik yang hanya mengikuti sepak terjang para politisi dan partai politik melalui televisi, jika benar terbukti PDIP berkoalisi dengan Partai Demokrat, maka menurut saya, makin nyatalah bahwa ternyata PDIP sejak awal pembentukannya memang hanya bertujuan mengejar kekuasaan, bukan ingin membela rakyat, apalagi rakyat kecil yang sering disebutnya wong cilik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut sebuah sumber, jika Demokrat ingin menjalin koalisi dengan PDIP, Megawati telah menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh SBY. Salah satu di antaranya SBY harus mengalokasikan sejumlah kursi menteri untuk PDIP jika terpilih. Jika ini benar, sangat jelas dan terang benderang, bahwa PDIP selama ini hanya mengelabui rakyat. Karena itu dapat dikatakan "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PDIP bukan partainya wong cilik tetapi partai yang licik&lt;/span&gt;", tentu demikian pula dengan para politisinya. Wallahu 'alam. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-7483684012995319301?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/7483684012995319301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=7483684012995319301&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7483684012995319301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7483684012995319301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/05/pdip-partainya-wong-cilik-atau.html' title='&quot;pdip&quot;, partainya wong cilik, atau partainya yang licik'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-8450884626401336658</id><published>2009-05-03T11:44:00.014+08:00</published><updated>2009-05-12T09:33:23.673+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-kisah Islami'/><title type='text'>teladan sang pemimpin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;M&lt;/span&gt;alam itu seorang laki-laki  bertubuh kekar dan tegap melangkah keluar dari rumahnya. Disinari temaram rembulan, angin semilir yang meniupkan udara dingin menusuk, serta malam yang makin beranjak larut, sang lelaki berjalan menyusuri jalanan mengitari daerah yang merupakan wilayah kekuasaannya. Dalam perjalanannya, secara tidak sengaja waktu melewati sebuah gubuk sederhana, sang lelaki mendengar sayup-sayup tangisan anak kecil disertai suara ibunya yang terus-menerus membujuknya agar diam. Sang lelaki tegap ini kemudian mendekat untuk mendengarkan apa gerangan yang terjadi pada anak tersebut. Sepintas ia mendengarkan rengekan sang anak yang terus menangis meminta makan kepada ibunya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anak : "Bu...lapar bu, lapaaaaar, makan bu!", kata sang anak sambil tetap menangis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibu  : "Sabar nak, sabar, masakannya sebentar lagi selesai" sambil terus membujuk anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rupanya sang ibu ini pura-pura menyalakan perapian di dapur dan seakan-akan sementara memasak, sekedar untuk mengelabui anaknya agar berhenti dari tangisnya padahal di dalam periuknya ia hanya memasukkan batu, karena di rumahnya memang tidak ada lagi yang bisa dimasaknya. Ibu ini rupanya adalah orang miskin yang hidup dengan beberapa orang anaknya. Sambil terus berpura-pura menggoyang-goyangkan periuknya seperti seseroang yang sedang memasak, ia terus membujuk sang anak agar berhenti dari tangisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang lelaki tegap ini menjadi miris dan perlahan-lahan air matanya menetes membasahi pipinya tanpa ia sadari, demi mendengar percakapan singkat ibu dan anaknya tersebut yang disertai dengan isak tangis. sang lelaki kemudian bergumam dalam hati, "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih ada juga rupanya penduduk negeri ini yang hidupnya susah sementara aku hidup dalam kesenangan, bagaimana nanti di akhirat aku pertanggungjawabkan semua ini?&lt;/span&gt;". Akhirnya sang lelaki tegap memutuskan untuk tidak melanjutkan patroli malamnya dan segera meninggalkan rumah itu dan bergegas melangkah pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, matanya tidak dapat terpejam barang sedikitpun, bayangan anak dan ibu tadi terus mengisi hati dan fikirannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sholat subuh, ia kemudian berjalan ke ke gudang tempat penyimpanan bahan makanan dan mengambil sekarung gandum, kemudian dipikulnya menuju rumah sederhana yang disinggahinya tanpa sengaja tadi malam. Melihat kejadian ini sontak seluruh laskar (tentara) yang bertugas pagi itu kebingungan dan berlarian mendekati sang lelaki, yang sesungguhnya adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khalifah Umar Ibnul Khattab Radhiallaahu Anhu&lt;/span&gt; yang digelari Rasulullah SAW Alfaruq. Semua laskar yang mendekatinya kemudian meminta kepada baginda Khalifah agar menurunkan gandum yang sementara dipikulnya. Sang Khalifah kemudian sejenak menghentikan langkahnya dan berbalik kepada para tentaranya yang sedari tadi mengikutinya dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai sekaian laskarku, kalau kalian mau menggantikan aku memikul gandum ini, apakah kalian juga mau memikul dosa-dosaku di hari kemudian karena kelalaianku,  dimana saat aku memimpin kalian, ternyata masih ada rakyatku yang hidup dalam kemiskinan, bahkan untuk sekedar makan saja tidak ada lagi yang dimilikinya, apakah kalian mau?". &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang khalifah kemudian melanjutkan perjalanannya memikul gandum menuju rumah yang disinggahinya semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nukilan kisah di atas bukan cerita fiksi atau dongeng yang biasa kita temui dalam novel, seni drama, sinetron bahkan film sekalipun. Ia adalah realitas sejarah dan merupakan sebuah kisah dari sisi kehidupan seorang khalifah yang bernama Umar Bin Khattab RA yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarang Islam. Hikmah yang dapat kita petik dari sepenggal sejarah kehidupan sang khalifah ini adalah betapa ia telah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap dan bertindak terhadap rakyatnya. Kekuasaan yang ada padanya dijadikan sebagai alat untuk mengayomi, melindungi rakyatnya. Jabatan baginya adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di yaumil akhir, bukan prestise yang membuat orang lain harus berdecak kagum, dan bukan pula tujuan dari kehidupan seseorang. Betapa seorang Umar telah memberikan teladan, bagaima seharusnya seseorang memposisikan dirinya tatkala kekuasaan dan jabatan itu berada dalam genggamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pemimpin-pemimpin kita sekarang?, melalui tulisan ini, saya tidak ingin membandingkan sejarah hidup seorang Umar RA dengan pemimpin-pemimpin Indonesia hari ini, tentu andalah yang berhak menilainya. Apalagi dalam menyongsong pemilu presiden yang tingal sebulan lagi, anda tentu yang paling mengetahui siapa yang paling layak anda pilih. Tetapi yang pasti, setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya, termasuk diri kita sendiri,wallahu 'alam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-8450884626401336658?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/8450884626401336658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=8450884626401336658&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8450884626401336658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8450884626401336658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/05/teladan-sang-pemimpin.html' title='teladan sang pemimpin'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-7313652879815082958</id><published>2009-04-11T04:05:00.004+08:00</published><updated>2009-05-12T09:34:23.910+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>rakyat indonesia ogah politik aliran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;P&lt;/span&gt;emilihan umum baru saja selesai dua hari yang lalu, proses penghitungan perolehan suara partai-partai politik oleh KPU masih  terus berlangsung sampai saat artikel saya tulis. Diluar prediksi banyak orang, hasil quick count (hitungan cepat) yang dilaksanakan beberapa lembaga survey dan stasiun TV menunjukkan, duplikat partainya Barrac Hussein Obama president of The United States (Partai Demokrat) melejit tak terbendung meniggalkan para pesaingnya, termasuk raksasa politik Indonesia sang beringin rindang (Partai Golkar) yang telah merajai dunia perpolitikan Indonesia selama hampir setengah abad lamanya. Demikian pula halnya PDIP yang mengaku partainya wong cilik, kali ini tak berdaya melawan kedigdayaan sang Demokrat. Walaupun belum ada penetapan resmi KPU pusat mengenai partai politik pemenang pemilu tahun ini, hampir dapat dipastikan Partai Demokrat tidak bakal tergeser dari posisinya dinomor urut satu, karena selisih suara dengan para pesaingnya, PDIP dan Golkar cukup signifikan, bahkan bisa dikatakan suara sisa yang tinggal beberapa persen lagi, kalaupun seluruhnya terbagi kepada partai yang lain juga tak mampu mengejar perolehan suara pertai Demokrat.&lt;/div&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu bagaimana perolehan suara partai-partai Islam seperti PKS, PPP, PBB, PKB, PKNU, PSI, PBR dan lain-lain?. Seperti halnya pada pemilu-pemilu sebelumnya, perolehan suara partai-partai Islam pada pemilu kali ini tidak jauh beda dengan pencapaian mereka pada pemilu lalu, bahkan mungkin bisa dikatakan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hanya PKS yang mengalami sedikit peningkatan, itupun sebenarnya bisa dianggap penurunan karena rendahnya tingkat partisipasi pemilih yang mencapai angka 30%. Artinya, dari sisi persentase, PKS mengalami kenaikan sekitar 1% dibanding lima tahun lalu, tetapi dari sisi kuantitas jumlah pemilih mengalami penurunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam,  ternyata tidak terlalu suka dengan politik berbau aliran (agama). Terbukti dari pemilu ke pemilu partai-partai yang berbasis Islam tidak dapat berbuat banyak melawan partai nasionalis seperti Golkar, PDIP, dan Demokrat. Lebih mencengangkan lagi, Partai Hanura dan Gerindra yang juga berbasis nasionalis dan juga nota bene partai yang baru lahir, justru memperoleh dukungan yang fantastis dengan mengalahkan beberapa partai-partai Islam yang telah lebih dulu menjadi kontestan pemilu dari periode ke periode. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul adalah : "Ada apa dengan ummat Islam dan partai-partai Islam ini?. Mengapa ummat Islam yang mayoritas di negeri ini hampir tidak percaya dengan partai politik yang menjadikan agama sebagai basisnya?. Apa sebenarnya yang salah dari partai-partai Islam ini?. Sebenarnya pertanyaan seperti ini mungkin terlalu subjektif, karena pemilih partai-partai nasionalis itupun sebagian besar ummat Islam. Tetapi mengapa tidak satupun diantara partai-partai Islam itu yang bisa menonjol perolehan suaranya. Tarolah misalnya PKS yang selama ini mengklaim dirinya sebagai partai bersih (no skandal) dan terkenal santun dalam berpolitik, toh juga tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya kesimpulannya tetap sama, bahwa ummat Islam Indonesia memang tidak suka atau ogah dengan politik aliran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Indonesia membuktikan bahwa, sejak dibredelnya Masyumi oleh rejim Soekarno di masa orde lama, setelah itu tidak ada lagi partai-partai politik berbasis Islam yang mampu berbicara di pentas politik nasional, termasuk PPP di masanya. Mungkin terlalu kasar kalau dikatakan partai-partai politik berbasis Islam  hanya mampu menjadi peserta penggembira setiap kali hajatan atau pesta lima tahunan itu digelar. Tetapi anehnya  kondisi ini sepertinya tidak didicermati dengan baik oleh partai-partai Islam itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang awam, saya kadang berfikir, mengapa tidak pernah terlintas dibenak para politisi Islam itu untuk bersatu?. Kalau dikalkulasi perolehan suara mereka, lebih dari cukup untuk megalahkan partai-partai nasionalis, itupun jika mereka mempunyai keinginan untuk menjadi penentu kebijakan di negeri ini. Tapi apa lacur, ali-alih berfikir ke arah persatuan, justru sebaliknya mereka saling gontok-gontokan. Belum lagi para anggota legislatifnya di parlemen menunjukkan prilaku yang justru sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam yang sering mereka jadikan jualan politik mempengaruhi rakyat. Sebutlah misalnya kasus yang menimpa Al Amin  Nasution, Yusuf Emir Faisal, Abdul Hadi Jamal (PAN dengan basis Muhammadiyah) yang terlibat dalam skandal korupsi. Bahkan PKS dengan bangganya melepaskan identitas dan jati dirinya sebagai partai Islam dengan alasan klise, "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sudah saatnya PKS lebih terbuka&lt;/span&gt;". Lalu seperti apa hasilnya setelah PKS menjadi lebih terbuka???. Target perolehan suara 20$ rupanya hanya mimpi bahkan bisa dikatakan ilusi, yang didapat justru tidak sampai setengahnya (10%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sekali lagi kita harus berkata, bahwa ummat Islam Indonesia belum terlalu suka dengan politik aliran bahkan mungkin tidak akan pernah suka. Kondisi ini semestinya dijadikan pelajaran penting para politisi Islam, bahwa dengan cerai berai dan centang perenang seperti sekarang, hanya akan membuat ummat ini bingung dan ahirnya meninggalkan mereka. Menghadapi pemilu lima tahun yang akan datang, harusnya mereka semakin menata diri dan mencoba meretas jalan menuju persatuan, karena sejarah membuktikan tidak ada kekuatan tanpa persatuan. Benar kata Rasulullah Muhammad SAW, "suatu saat ummat Islam akan menjadi golongan terbesar, tetapi mereka seperti buih dilautan, jumlah mereka (ummat Islam( banyak, tetapi tidak memiliki kekuatan apapun". Mengapa???, karena mereka meninggalkan ajaran luhur yang yang ditinggalkan Muhammad Rasulullah SAW, berpaling kepada hukum buatan mereka sendiri, "DEMOKRASI" yang entah dari mana asalnya, yang juga terkadang suka bikin &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;crazy&lt;/span&gt; (gila). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-7313652879815082958?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/7313652879815082958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=7313652879815082958&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7313652879815082958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7313652879815082958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/04/rakyat-indonesia-ogah-politik-aliran.html' title='rakyat indonesia ogah politik aliran'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-5958206812660340733</id><published>2009-04-09T13:26:00.002+08:00</published><updated>2009-05-12T09:35:15.993+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>"persatuan ummat", mungkinkah???</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a' tashimuu bihablillaahi jamiia'an walaa tafarraquu"&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai&lt;/span&gt;). Demikian bunyi penggalan salah satu firman Allah SWT dalam Al Quran surah al baqarah, dimana intisari yang bisa kita petik dari ayat ini adalah keharusan untuk senantiasa berpegang kepada tali Allah (Al Quran dan Sunnah Nabi), dan perintah untuk mewujudkan persatuan di kalangan ummat Islam. Tidak bisa dipungkiri bahwa mewujudkan persatuan adalah suatu hal yang mutlak harus dilakukan  menuju terwujudnya sistem khilafah (pemerintahan Islam) yang di dalamnya berlaku hukum-hukum Allah. Berbicara dalam konteks kekinian, khususnya realitas ummat Islam Indonesia, mungkin kita harus mengurut dada, karena apa yang terjadi hari ini sepertinya jauh dari harapan. Ummat Islam terpecah  dalam beberapa kelompok, dimana penyebabnya adalah adanya perbedaan interpretasi dan pemahaman yang kemudian menjadi sebab timbulnya perpecahan.       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbedaan dalam memahami suatu masalah, menurut saya adalah suatu hal yang wajar selama perbedaan itu mendatangkan manfaat dan tidak menimbulkan masalah. Karena setiap manusia tidak mungkin memiliki perspektif yang sama dalam menilai dan memahami sesuatu. Dalam konteks ini Rasulullah SAW bersabda,  "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;perbedaan dikalangan ummatku adalah rahmat&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;Tetapi jika pendekatan dalam konteks ini coba dijadikan patron untuk menilai realitas yang terjadi di kalangan ummat Islam Indonesia, khususnya gerakan-gerakan dakwah Islam, dapatkah dikatakan bahwa perbedaan  antara kelompok-kelompok Islam itu adalah rahmat bagi kaum muslimin, atau justru sebaliknya?, karena kenyataanya, sulit menemukan adanya indikasi bahwa perbedaan ini melahirkan ukhuwah dikalangan mereka, justru yang terjadi malah sebaliknya. Kelompok yang satu  merasa lebih benar daripada kelompok lainnya, dan parahnya lagi, bukan sikap saling menghargai yang terjadi diantara mereka, tetapi malah saling menyalahkan, menyesatkan bahkan saling membuat tuduhan-tuduhan yang menyudutkan dan mendiskreditkan kelompok lain. Padahal mereka  memiliki pegangan dan panduan yang sama, yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, mungkinkah persatuan ummat (wihdatul ummah) dapat diwujudkan?, dan mungkinkah khilafah yang menjadi tujuan dan cita-cita gerakan-gerakan dakwah itu bisa terealisasi???, wallahu 'alam bisshowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerena itu, upaya yang harus dilakukan adalah mencari penyebab atau akar permasalahan mengapa perbedaan yang seharusnya menjadi rahmat itu berubah menjadi bala', karena jika kondisi ini terus berlarut-larut, maka terbentuknya khilafah yang dicita-citakan itu barangkali hanya akan menjadi mimpi-mimpi kosong dan hayalan semata. Artinya, tidak ada jalan lain kecuali semua harus menyadari bahwa persatuan melebihi segala-galanya, jauh diatas kepentingan orang-perorang atau jama'ah tertentu saja. Bukan jamannya lagi mengatakan kelompok A yang benar dan B salah, tetapi langkah yang tepat adalah mengadakan muhasabah (instrospeksi) diri dan kelompok, menyadari kekeliruan, menjalin silaturahmi dalam rangka marekatkan kembali tali ukhuwah yang cerai-berai, lalu menyatukan gerak dan langkah yang seirama menuju cita-cita yang sama, yaitu terwujudnya khilafah yang mengayomi seluruh ummat Islam dalam ridho Allah SWT, baldatun toyyibatun wa rabbun gafuur.     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-5958206812660340733?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/5958206812660340733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=5958206812660340733&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/5958206812660340733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/5958206812660340733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/04/persatuan-ummat-mungkinkah.html' title='&quot;persatuan ummat&quot;, mungkinkah???'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-7848305771806080633</id><published>2009-04-06T09:46:00.002+08:00</published><updated>2009-06-08T22:18:13.842+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>quo vadis pks!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si0dSSi7kJI/AAAAAAAAACg/Rf0ghn6w_oU/s1600-h/Logo+PKS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si0dSSi7kJI/AAAAAAAAACg/Rf0ghn6w_oU/s200/Logo+PKS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344960532811845778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;B&lt;/span&gt;eberapa minggu yang lalu (tahapan pemilu memasuki masa kampanye), kira-kira jam 20.00 WITA, saya asyik mengikuti debat partai politik yang disiarkan secara live oleh TV One. Kalau tidak salah waktu itu debat antara PDIP dan Partai Demokrat. Sebenarnya saya kurang suka menonton acara seperti ini, tetapi karena PDIP (partai Oposisi) melawan Partai Demokrat (penguasa) makanya saya jadi tertarik menontonnya. Pikiran saya, pasti debat ini akan seru, karena PDIP pasti tidak mau kehilangan moment untuk menyerang kebijakan pemerintahan SBY, seperti yang selama ini dilakukannya. Benar saja, kritikan PDIP yang sedikit bernada menjatuhkan, meluncur dari kader-kadernya dengan sangat lancar. Partai Demokrat pun dengan sengit berupaya membela kebijakan SBY, walaupun agak kedodoran menurut saya.  Bunyi ketukan gong menandai waktu jeda, dan saatnya TV One menampilkan iklan. Awalnya saya tidak tertarik melihat iklan itu, tetapi begitu mendengar kata PKS disebut-sebut oleh oleh suara perempuan yang sedikit mendayu-dayu, maka saya pun menoleh ke layar TV. Alangkah kagetnya saya melihat iklan PKS tersebut. Seorang perempuan memakai sarung layaknya gadis desa (tanpa menutup aurat) dengan retorika sedikit agak dibuat kenes mengajak seluruh pemirsa untuk memilih PKS pada pemilu nanti. Alaannya PKS bersih, anggota DPR nya tidak pernah ada kasus (skandal), dan himbauan lain layaknya iklan produk seperti yang biasa kita saksikan di TV.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena iklan PKS tadi, saya jadi tidak bersemangat lagi menonton acara debat itu dan langsung meninggalkan ruangan tengah  menuju kamar kerja saya. Sambil duduk memandangi layar note book yang  on sejak sore, saya membatin : "Mengapa PKS begitu berani menampilkan iklan dengan menggunakan perempuan yang tidak menutup aurat?", "apakah PKS secara sengaja melakukan ini?, atau konsep iklan dibuat divisi kampanye PKS tanpa persetujuan DPP PKS alias tidak melalui sensor?". Fikiran saya melayang begitu saja dan saya kemudian kembali berkutat dengan keyboard note book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian tanpa sengaja saya lewat di depan TV dimana istri saya (pengagum berat/pemilih fanatik PKS) sedang menonton acara TV One yang kebetulan pas mengenai liputan perjalan Presiden PKS Tifatul Sembiring menuju Batam, diwawancarai oleh repoter (wanita) TV One yang saya lupa namanya. Dari liputan perjalanan itulah baru saya memahami bahwa PKS telah merubah platform partainya dari partai ekslusif Islam menjadi partai yang lebih terbuka. Dalam hati saya berkata, "Pantas saja iklan yang kemarin saya tonton itu menampilkan perempuan tanpa menutup aurat", ini rupanya yang dimaksud sang Presiden PKS dengan mencoba lebih terbuka, guna memberi ruang bagi kaum di luar Islam untuk bergabung merapatkan barisan bersama PKS. Saya kemudian bertanya dalam hati, "kok bisa-bisanya partai yang dihuni oleh para pejuang-pejuang dakwah, begitu mudah luntur prinsip-prinsip yang dipegangnya selama ini, dan apa maksud dari semua ini?". Jawabannya saya temukan dalam wawancara sang big bos sewaktu berjalan di bandara Hang Nadim Batam sambil diwawancarai oleh sang reporter. Rupanya ini strategi PKS untuk menambah perolehan suaranya pada pemilu nanti. Bahkan dalam salah satu komentarnya sang presiden mengatakan, "bukan tidak mungkin PKS memberi peluang kepada kaum nasrani menjadi caleg di daerah yang memang penduduknya mayoritas Kristen".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar bingung dengan statemen ini. Saya tidak menyangka dalam usia yang relatif masih sangat muda, PKS berani banting stir secepat itu. Mencoba membuka diri bagi masuknya kekuatan di luar Islam menyatu bersama PKS. Ada apa dibalik semua itu???. Apakah icon dakwah dan partai Islam sudah tidak layak jual di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam?, sehingga PKS merasa perlu merubah platformnya, dan meninggalkan prinsip yang selama ini diyakininya sebagai sebuah tatanan yang harus diperjuangan dan terus dikumandangkan, sampai negeri ini tunduk di bawah naungan cahaya Islam?. Wallahu 'alam bisshowab. Belum cukup sampai disitu, PKS benar-benar melakukan gebrakan dahsyat. Melalui forum interaktif tempo, wakil sekertaris jenderal PKS justru dengan bangganya mengatakan "kita memiliki 2 orang caleg pendeta". Hah.....!!!, saya makin tidak bisa menyembunyikan keheranan sekaligus kekecewaan saya terhadap PKS (silahkan &lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/cetak/2009/03/30/LU/mbm.20090330.LU129923.id.html" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;klik di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk membaca berita tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya keinginan dan tujuan PKS berbelok 180 derajat seperti itu?, akankah prinsip-prinsip dakwah yang selama ini menjadi pegangan kuat PKS mulai luntur?. Alih-alih melakukan dakwah di parlemen,  belum apa-apa PKS justru latah dan terjebak dalam dialektika demokrasi semu yang makin tidak jelas definisinya. Akhirnya, hanya ada satu pertanyaan, "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quo vadis Partai Keadilan Sejahtera&lt;/span&gt;???", Silahkan masing-msaing menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-7848305771806080633?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/7848305771806080633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=7848305771806080633&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7848305771806080633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7848305771806080633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/04/quo-vadis-pks.html' title='quo vadis pks!!!'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si0dSSi7kJI/AAAAAAAAACg/Rf0ghn6w_oU/s72-c/Logo+PKS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-3454665879018315003</id><published>2009-04-02T11:15:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:36:34.900+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>golkar kalah di makassar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;P&lt;/span&gt; ertarungan sengit antar partai politik menuju pemilu yang akan dilaksanakan tujuh hari lagi nampaknya makin seru saja. Ibarat lomba lari maraton, mereka saling berusaha mendahului peserta lain. Mendahului yang dimaksud di sini bukan bermakna siapa yang lebih dulu memilih, tetapi yang dimaksud adalah usaha untuk terus menjaring pemilih, sehingga pada saatnya nanti perolehan suaranya melebihi partai lain, sehingga menjadi pemenang pemilu. Berbagai macam cara dilakukan agar progres pertambahan pemilih dapat diketahui. Survey adalah metode yang sering digunakan untuk mengetahui sekaligus mengukur sejauh mana progres peningkatan jumlah wajib pilih yang akan memilih partai tertentu pada pemilu yang tinggal beberapa hari. Kaitannya dengan ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; survey ini, saya cukup terkesima membaca berita di salah satu harian pagi di kota Makassar, sehubungan dengan survey yang dilakukan Jaringan Survei Indonesia (JSI) terhadap beberapa partai politik peserta pemilu. Lingkup survey hanya meliputi kota Makassar, dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 27 Maret 2009. Hasilnya sungguh mengejutkan banyak pihak, terutama Pengurus dan konstituen Partai Golkar di Makassar khususnya, dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Survey yang melibatkan 440 responden ini menunjukkan, partai Demokrat besutan SBY mengungguli Partai Golkar besutan JK dengan perbandingan 23,2% : 22%. Artinya Partai Demokrat unggul 1,2% dari partai Golkar, dan pihak JSI mengatakan bahwa hasil ini akan bertahan sampai pada hari H pencontrengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realis JSI ini tentu saja mengagetkan banyak pihak terutama Partai Golkar, karena semua orang  tahu bahwa Sulsel apalagi kota Makassar adalah basis kekuatan Partai Golkar dan juga Basis JK sebagai ketua umum Partai Golkar. Benar atau tidaknya hasil survey ini, tentu masih harus diuji dan kepastian kemenangan Partai Demokrat atas partai Golkar di Makassar ini, hasil sesungguhnya baru dapat diketahui setelah peroses perhitungan suara pemilu selesai. Namun demikian  Partai Golkar harus tetap waspada dan ekstra hati-hati, sebab bukan tidak mungkin ini menjadi kenyataan. Jika ini terjadi popularitas JK tentu akan semakin pudar sekaligus dapat menahan laju JK yang saat ini makin gencar-gencarnya dikampanyekan JK for president.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja survey JSI itu benar, betapa popularitas Golkar sekaligus JK makin hancur saja, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa  kekalahan beruntun Partai Golkar di daerah yang merupakan basisnya sendiri adalah realitas politik yang tidak bisa dibantah. Ambil contoh, dari beberapa pilkada kepala daerah di Sulawesi Selatan Partai Golkar banyak menuai kekalahan, dan yang lebih nyata dan tentu saja merupakan pukulan telak bagi Partai Golkar dan JK adalah  pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu. Golkar berhasil dipecundangi oleh gabungan beberapa partai politik, sehingga JK harus mengubur dalam-dalam ambisinya untuk mendudukkan kembali HM. Amin Syam di singgasana kekuasaan sebagai Gubernur Sulawesi selatan untuk periode yang kedua. Apakah Golkar akan menuai hasil yang sama dengan pilkada sebelumnya pada pemilu kali ini?, dan apakah JK masih masih mampu menjadi lokomotif partai Goklar untuk meraih kemenangan dalam upaya menuju RI1?. Realitaslah yang akan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-3454665879018315003?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/3454665879018315003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=3454665879018315003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/3454665879018315003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/3454665879018315003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/04/golkar-kalah-di-makassar.html' title='golkar kalah di makassar'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-8294676416333502097</id><published>2009-03-31T23:50:00.002+08:00</published><updated>2009-05-12T09:37:06.718+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>realitas janji</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;H&lt;/span&gt; ingar bingar kegiatan partai politik peserta pemilu, calon legislatif (caleg) menjelang hari H pelaksanaan pen-contrengan (bukan pencoblosan), minggu-minggu belakangan ini makin sangat terasa intensitasnya. Perang atribut (baliho, stiker, famplet, iklan TV, Radio) dalam berbagai bentuknya mewarnai prosesi akhir menuju tanggal 9 April 2009, dimana saat itu rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menuju TPS (bilik suara) untuk memberikan suaranya memilih partai politik dan orang-orang (caleg) yang dipercaya dapat memperjuangkan aspirasi dan keinginannya di lembaga yang terhormat DPR, DPD, dan DPRD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan, halte-halte bus, terminal, pertokoan, tempat-tempat umum penuh dengan berbagai slogan kampanye dan poster para tokoh-tokoh, yang tentu saja adalah merupakan dagangan atau jualan politik, penuh dengan janji-janji manis yang melenakan, tentu dengan satu tujuan yakni meraih simpati rakyat pemilih untuk memilihnya dalam pemilu nanti. Sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, hal seperti ini tentu wajar dan sah-sah saja, karena memang begitulah prosesi pelaksanaan demokrasi (Pemilu) di manapun di dunia ini. Namun... &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;substansi yang saya ingin kemukakan dalam tulisan saya kali ini, kaitannya  dengan pelaksanaan kampanye adalah muatan atau isi yang terkandung di dalamnya. Sadar atau tidak, partai politik melalui tokoh-tokohnya dan para caleg itu telah mengucapkan janji  kepada rakyat sekaligus kepada Tuhan. Janji-janji itu dapat kita baca dan dengar dari orasi politik, slogan partai, famplet dan berbagai atribut lainnya, dimana intinya adalah keinginan untuk melakukan perubahan akan nasib rakyat yang dari tahun ke tahun makin terpuruk saja. Padahal kalau kita mencoba untuk mengingat kembali proses yang sama lima atau sepuluh tahun lalu, dapat dikatakan tidak ada yang baru jika dibandingkan dengan realitas yang kita lihat sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah misalnya, partai A menjanjikan perubahan dibidang ekonomi dalam bentuk penurunan harga sembako, pendidikan gratis, kesehatan gratis, keberpihakan pada wong cilik. Partai B menjanjikan Indonesia baru, partai Z menjanjikan lapangan kerja baru,   dan sejumlah janji dari partai-partai lainnya, yang menurut saya janji-janji seperti ini juga diucapkan lima tahun yang lalu. Sekarang mari kita lihat realitas yang tejadi, apakah benar janji perubahan itu telah diwujudkan?, benarkah harga kebutuhan sembilan bahan pokok telah terjangkau oleh masyarakat miskin?, benarkah jumlah lapangan kerja makin bertambah?, benarkah semua rakyat telah memperoleh kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan?, benarkah kualitas kesehatan penduduk Indonesia makin baik?, atau yang terjadi malah sebaliknya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataan justru berbicara lain. Kebutuhan dasar masyarakat  semakin tidak terjangkau harganya, rakyat kecil makin menderita hidupnya, jumlah pengangguran tidak terbendung dari tahun ketahun, lapangan kerja makin sulit,    tidak sedikit anak-anak yang harus kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena ketiadaan biaya, rakyat kecil harus meregang nyawa karena tidak mampu membeli obat, jumlah rakyat miskin yang menghuni negeri kita tercinta Indonesia raya ini telah mencapai 40 juta lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup sampai disitu, kejahatan terjadi di mana-mana tanpa mengenal waktu, copet, rampok, pemerkosaan, pembunuhan, bahkan kejahatan tingkat tinggi seperti korupsi justru makin menjadi-jadi. Lalu mana janji-janji itu?, apakah mereka lupa, atau pura-pura lupa, bahwa mereka pernah mengucapkan janji seperti yang mereka lakukan sekarang?. Mungkin terlalu kasar jika kita mengatakan sesungguhnya bangsa kita ini salah urus karena diurus oleh manusia-manusia bermental tukang pembuat janji alias penipu. alih-alih menyadadari kesalahan, justru mereka kembali melakukan klaim bahwa ini adalah sebuah keberhasilan. Wah....wah....wah...., para politisi kita memang sudah makin tidak waras, hanya mungkin tidak baik jika kita katakan gila!!!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rakyat, ini harus menjadi bahan renungan kita bersama untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah kita buat lima tahun lalu. Mari tentukan sikap, jangan mudah terbius janji-janji manis, karena memilih mereka kembali itu sama saja artinya dengan    menunjukkan kebodohan kita, sekaligus menjadi indikasi bagi mereka bahwa kita justru menikmati keadaan ini.  Anggap saja janji-jani manis melalui kampanye itu sebegai lelucon yang bisa membuat kita tertawa untuk sejanak melupakan penderitaan yang kita alami akibat janji-janji mereka. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-8294676416333502097?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/8294676416333502097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=8294676416333502097&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8294676416333502097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8294676416333502097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/tebar-janji-melalui-kampanye.html' title='realitas janji'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-8063230338770473815</id><published>2009-03-30T09:29:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:37:51.279+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>antara harapan dan kenyataan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;P&lt;/span&gt; emilihan umum (Pemilu) untuk memilih wakil-wakil rakyat DPR, DPRD, DPD tinggal beberapa hari lagi. Partai politik dan para caleg tentu makin deg-degan saja, karena pada hari itu nasib mereka akan ditentukan oleh rakyat, duduk di kursi empuk atau kembali menjadi rakyat biasa tanpa kursi(jabatan). Jika berbicara masalah pemilu, menurut saya hanya ada satu elemen dari bangsa ini yang memiliki peran penting untuk mensukseskan pemilu yaitu rakyat, dalam hal ini mereka yang memiliki hak pilih. Para pakar politik dan demokrasi mengatakan bahwa pemilu adalah moment paling penting bagi rakyat untuk menentukan masa depannya, karena melalui pemilu rakyat diberi kewenangan menentukan pilihannya, siapa yang kelak mereka percaya  mengemban amanah untuk mengatur bangsa ini untuk jangka waktu lima tahun kedepan dimana kepentingan rakyat ada didalamnya. Benarkah demikian?...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendapat para pakar ini sepertinya masih perlu diuji. Jika berbicara kepentingan rakyat mungkin ada benarnya , karena rakyat memang memiliki ketergantungan pada pemerintah yang tentu saja diharapkan  dapat membuat regulasi dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka setelah pemilu selesai. Tetapi jika  pemilu dikatakan sebagai moment untuk menentukan masa depan rakyat, hipotesis seperti ini masih harus dibedah lebih dalam. Siapapun tidak bisa dengan serta merta menghubungkan masa depan depan rakyat dengan kepentingan politik melalui pemilu. Karena pada kenyataannya setelah melewati satu dasawarsa negara ini menggunakan sistem demokrasi dimana pemilu berulang kali dilaksanakan, nasib rakyat kelihatannya tak kunjung mengalami kemajuan yang berarti. Dengan demikian melihat kondisi rakyat yang demikian ini, masihkah hipotesi tadi dikatakan mengandung kebenaran???. Saya kira tidak, orang awam sekalipun akan mengatakan tidak untuk realitas seperti yang terjadi sekarang. Lalu muncul pertanyaan, di mana letak kesalahannya???, sistemkah yang salah atau manusia pelaksana sistem yang salah???. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dalam tataran konsep, sistem demokrasi sebenarnya cukup bagus, karena rakyat diberi kekuasaan penuh untuk menentukan siapa yang dipercaya untuk mengatur kepentingan mereka selama lima tahun. Sistem ini kemudian menjadi lemah karena peran rakyat dibatasi, sekaligus hanya diberi ruang sempit dengan cara memilih pemimpin melalui pemilu. Setelah itu rakyat tidak memiliki peran apa-apa lagi kecuali  pasrah menerima apa yang menjadi keinginan penguasa. Akhirnya makna demokrasi menjadi bias dan nampak hanya  sebagai alat para politisi untuk memperoleh kekuasaan atas nama rakyat, lalu setelah itu mereka boleh berbuat sekehendak hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, masihkah pemilu dapat dikatakan sebagai wadah bagi rakyat untuk menentukan masa depannya???, atau pemilu hanyalah wadah mengobral dan mengumbar janji-janji kosong para politisi yang tanpa makna, atau masih layakkah sistem demokrasi ini dipertahankan sebagai sebuah sistem  untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air kita Indonesia tercinta?. Sepertinya kita memang harus banyak membaca sejarah, sehingga kita tidak mudah jatuh dalam lubang yang sama untuk kesekian kalinya.  Kalau saja para elit politik dan penguasa menyadari bahwa sejarah sudah membuktikan  demokrasi  hanya menyisakan kepedihan dan kesengsaraan bagi rakyat, dan demokrasi telah gagal mengangkat harkat dan martabat rakyat menjadi lebih terhormat. Maka seharusnya mereka berkata "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katakan tidak untuk demokrasi&lt;/span&gt;", bukan sebaliknya menyanjung sistem demokrasi setinggi langit dan tetap mencoba melakukan trial and error hanya dengan dalih "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kita ini kan dalam tahap belajar berdemokrasi, jangan samakan dengan Amerika yang demokrasinya sudah berusia ratusan tahun&lt;/span&gt;". Sungguh sebuah  logika yang sulit untuk diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dari pemilu ke pemilu rakyat hanya bisa berharap dan berharap akan adanya perubahan, kepedulian dan keberpihakan pada nasib mereka. Tetapi jika kondisi seperti ini terus berlanjut, maka dapat dikatakan pemilu hanyalah wadah melakukan pembodohan dan melambungkan mimpi-mimpi rakyat setinggi langit, yang pada akhirnya kemudian dihempaskan ke dasar samudera. Sementara rakyat terus dan terus saja berharap bahwa pemilu akan mengubah nasib mereka. Jadilah pemilu "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara Harapan dan Kenyataan&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-8063230338770473815?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/8063230338770473815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=8063230338770473815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8063230338770473815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8063230338770473815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/pemilu-antara-harapan-dan-kenyataan.html' title='antara harapan dan kenyataan'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-7129239896539405128</id><published>2009-03-29T21:27:00.003+08:00</published><updated>2009-06-08T22:42:07.439+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>menuju cahaya islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si0gDH_gn0I/AAAAAAAAACo/4Y3T_sQ4R88/s1600-h/Al+Quran+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 96px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si0gDH_gn0I/AAAAAAAAACo/4Y3T_sQ4R88/s200/Al+Quran+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344963570815770434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisah ini adalah kisah seorang wanita yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik moderat yang taat. Namanya Kathryn Bauchard, seorang wanita berkebangsaan Kanada, dibesarkan dan menjalani masa remajanya di London dan Ontario. Kathyrn kuliah di Brescia University College, sebuah perguruan tinggi Kristen khusus perempuan yang berafiliasi dengan Universitas Western Ontario. Semasa kecil sampai remaja Kathryn selalu datang ke Gereja pada hari minggu untuk mengikuti ibadah, ia juga rajin mengikuti kegiatan-kegitan gereja. Namun satu hal yang sulit dan tidak dipahaminya adalah konsep trinitas dalam ajaran kiristen. Bagaimana ceritanya sehingga kemudian Kathryn melirik Islam sebagai jalan hidupnya???, silahkan baca......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Meski saya dibesarkan dalam lingkungan Katolik, orangtua mendorong saya untuk berteman dengan beragam orang dari berbagai latar belakang dan boleh menanyakan apa saja berkaitan dengan kehidupan dan agama," kata Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Trinitas Yang Tak Masuk Akal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai mempelajari agama-agama dalam usia yang relatif masih mudah ketika ia berusia 16 atau 17 tahun dan masih duduk di sekolah menengah. Kathryn mengatakan, ia tidak mau menjadi bagian dari sebuah agama hanya karena ia sudah menganut agama itu sejak ia dilahirkan. Itulah sebabnya, Kathryn tidak sungkan mempelajari beragam agama mulai dari Hindu, Budha sampai Yudaisme. Ketika itu, ia hanya sedikt saja mengeksplorasi agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Kathryn mempelajari beragam agama, salah satunya karena banyak hal dalam ajaran Katolik yang tidak dipahami Kathryn. "Kami sering kedatangan pendeta di sekolah dan kami melakukan pengakuan dosa. Saya pernah bertanya pada seorang pendeta, "Saya betul-betul tidak paham dengan konsep Trinitas, bisakah Anda menjelaskannya?" Tapi pendeta itu menjawab "Yakini saja". "Mereka tidak memberikan jawabannya," tutur Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen, hingga ia di bangku kuliah dan mempelajari berbagai ilmu di seminari dan mempelajari teologi agama Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika saya menanyakan tentang Trinitas, mereka akan menjawab "ayah dan ibumu saling mencintai, ketika mereka memiliki anak, itu seperti tiga dalam satu dengan identitas berbeda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, banyak sekali analogi yang diberikan untuk menjelaskan bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan dan menjadi anak Tuhan dan menjadi dirinya sendiri. "Saya pikir banyak penganut Kristen yang menerima konsep ini tanpa memahaminya, " ujar Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu menanyakan konsep Trinitas ke beberapa temannya dan ia mendapat jawaban bahwa konsep Trinitas ada dan ditetapkan sebagai dasar kepercayaan dalam agama Kristen setelah Yesus wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah jawaban yang mengejutkan Kathryn, karena itu artinya semua dasar dalam ajaran Kristen adalah ciptaan manusia. Yesus semasa hidupnya tidak pernah bilang dirinya adalah anak Tuhan dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membaca Gospel Mathias pertama dan dalam Gospel itu Yesus tidak direferensikan sebagai anak Tuhan, tapi anak seorang manusia. Tapi dalam Gospel yang ditulis setelah Yesus wafat, banyak sekali disebutkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Dan disebutkan pula bahwa ada alasan politis dibalik argumen konsep Trinitas," papar Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan,"Saya juga menemukan bahwa Yesus berdoa dan memohon pertolongan pada Tuhan. Jika Yesus minta pertolongan pada Tuhan, lalu bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan. Ini tidak masuk akal buat saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengenal Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan studinya di Ontario, Kathryn pindah ke Montreal dan di kota ini ia bertemu dengan banyak Muslim dari berbagai latar belakang mulai dari Eropa, Afrika dan Karibia. Keberagaman ini membuka mata Kathryn bahwa pemeluk Islam ternyata berasal dari berbagai latar belakang kebangsaaan. Fakta ini mendorongnya untuk lebih banyak belajar tentang Muslim dan latar belakang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn mulai membaca banyak referensi tentang Islam. Tapi ia menemukan bahwa contoh-contoh ekstrim tentang Islam di internet sehingga ia sempat berkomentar "Saya tidak mau menjadi bagian dari agama ini (Islam)." Oleh sang ayah, Kathryn disuruh terus membaca karena menurut sang ayah, dalam banyak hal sering terjadi salah penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn pun melanjutkan pencariannya tentang Islam. Ia bergabung dengan situs "Muslimahs", sebuah situs internasional yang beranggotakan para Muslimah maupun para mualaf dari berbagai negara. Dari situs inilah ia banyak belajar dan bertanya tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn mengatakan banyak hal yang ingin ia ketahui tentang ajaran Islam. Misalnya, apa saja persamaan dan perbedaan ajaran Islam dan Kristen, bagaimana posisi Yesus dalam Islam, siapa Nabi Muhammad, masalah poligami dan berbagai isu Islam yang muncul pasca serangan 11 September 2001 di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kuliah di Montreal, Kathryn belajar banyak hal tentang Islam. Ketika ia pulang ke London, orangtuanya mengira bahwa Kathryn hanya rindu kembali ke rumah dan bukan untuk memperdalam minatnya pada Islam. Kathryn lalu membeli al-Quran dan buku-buku hadist. Pada ayahnya, ia bilang bahwa al-Quran bukan buatan manusia, ketika membaca al-Quran sepertinya Tuhan sedang bicara pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda merasa bahwa ada juga kebenaran yang ditulis dalam alkitab, tapi Anda tidak akan merasa bahwa itu semua tidak ditulis langsung oleh Tuhan. Sedangkan al-Quran, Anda akan merasakan kebenaran yang sesungguhnya," ujar Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga menemukan banyak ilmu pengetahuan yang sudah lebih dulu diungkap oleh al-Quran dan baru muncul kemudian dalam kehidupan manusia. Saya pikir, al-Quran diturunkan pada manusia dengan tingkat emosional dan logis. Islam mendorong umatnya untuk berpikir dan mencari ilmu," sambung Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn pun mulai belajar salat, datang ke ceramah-ceramah agama dan mengontak masjid terdekat untuk mencari informasi apakah masjid itu punya program untuk orang-orang sepertinya dirinya, yang berminat pada agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama kali saya masuk ke masjid, saya menangis. Saya merasakan ada energi yang begitu besar yang tidak saya rasakan ketika saya ke gerejat," kisah Kathryn yang kemudian belajar membaca al-Quran di masjid itu. Ia terus belajar dan bergaul dengan para warga Muslim. Sedikit demi sedikit, Kathryn bisa mengubah gaya hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya apakah orangtuanya keberatan dengan perubahan dirinya. Kathryn mengaku butuh waktu cukup panjang untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia tidak menjauh dari keluarganya jika memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengucap Dua Kalimat Syahadat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak pernah menyangka akhirnya memutuskan masuk Islam dan itu semua terjadi begitu saja. Saat itu, di bulan Juni tahun 2008, seperti biasanya ia datang ke pengajian mingguan di sebuah Islamic Center. Ia sama sekali berniat mengucapkan dua kalimat syahadat hari itu. Tapi ketika ia tiba di gedung Islamic Center, banyak sekali orang-orang yang telah ia kenal hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, tema pengajian adalah umrah. Banyak anak-anak muda Muslim yang datang dan menceritakan pengalaman mereka ikut umrah serta bagaimana hidup mereka berubah setelah umrah. Pengajian dibimbing oleh Dr Munir El-Kassem. Saat Dr El-Kassem bertanya apakah ada diantara para hadirin yang ingin mengajukan pertanyaan, Kathryn dengan spontan mengangkat tangan dan berkata,"Bisakah saya mengucapkan syahadat?" Kathryn sempat kaget sendiri dengan pertanyaan itu karena ia merasa tidak merencanakannya. Semua terjadi begitu saja, spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seketika ruangan menjadi sunyi dan saya pikir Dr El-Kassem juga terkejut. Saya memang mengenakan kerudung setiap kali datang pengajian sebagai bentuk penghormatan saya pada Islam. Dr El-Kassem lalu meminta saya maju ke depan dan menceritakan di depan hadirin bagaimana saya bisa sampai pada Islam," tutur Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn mengaku gemetar ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. "Tapi saya merasa hati saya begitu lapang, penuh dengan cahaya ibarat sebuah pintu hati yang terbuka. Saya mereka sudah mengambil jalan yang benar," ungkap Kathryn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hari bersejarah bagi Kathryn, hari dimana ia memulai kehidupan sebagai seorang Muslimah. Tahun pertama menjalankan puasa di bulan Ramadhan, diakui Kathryn sangat berat. Namun ia merasa bahagia setelah menjadi seorang Muslim. Kathryn mengaku hidupnyan lebih teratur, disiplin dan sehat karena ia tidak lagi makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Kathryn juga mengatakan bahwa ia kini tahu apa sebenarnya tujuan dan mau kemana arah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari http://forum-swaramuslim.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-7129239896539405128?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/7129239896539405128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=7129239896539405128&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7129239896539405128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/7129239896539405128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/dari-katolik-menuju-cahaya-islam.html' title='menuju cahaya islam'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Si0gDH_gn0I/AAAAAAAAACo/4Y3T_sQ4R88/s72-c/Al+Quran+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-1360251336638808122</id><published>2009-03-29T03:05:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:39:14.836+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>stop tidur larut malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;I&lt;/span&gt; ni sebenarnya kabar buruk bagi mereka yang suka tidur larut malam (seperti saya he he he). Beberapa waktu yang lalu National Hospital di Taiwan membuat heboh dunia kedokteran dengan ditemukannya kasus pada seorang dokter muda yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT). Menjelang perayaan imlek tahun 2008 kemarin, hasil pemeriksaan pada dirinya menunjukkan sang dokter muda tersebut positif menderita kanker hati. Bukan rahasia lagi kalau selama ini setiap orang terutama para dokter sangat mempercayai hasil index pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan index hati yang normal, itu artinya semuanya OK alias tidak ada masalah. Hal semacam ini juga sering dilakukan oleh para dokter specialis, dan sepertinya menjadi standar dalam praktek ilmu kedokteran modern.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Temuan National Hospital Taiwan ini tentu saja mengejutkan dunia kedokteran, apa yang selama ini mereka yakini akurat dan dijadikan standar, ternyata terbantahkan dan ironisnya hal itu terjadi pada seorang dokter pula. Mungkin sudah saatnya para dokter merubah apa yang selama ini diyakininya benar dan sedini mungkin memberi informasi yang positif pada masayarakat yang awam terhadap masalah seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut National Hospital Taiwan, salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang.&lt;br /&gt;Jadwal terjadinya proses detoksifikasi (pembuangan racun) secara alami oleh tubuh adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari jam 9 - 11, detoksifikasi terjadi pada sistem antibodi (kelenjar getah bening). Disarankan sebaiknya dalam waktu tersebut, tubuh seharusnya dalam suasana tenang dengan fikiran yang segar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam jam 11 sampai jam 1.00 dini hari, detoksifikasi terjadi pada bagian hati, dan seharusnya pada jam-jam seperti ini seseorang berada dalam keadaan tidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari jam 1.00 - 3.00, detoksifikasi terjadi pada organ paru-paru. Karena itu bagi penderita batuk misalnya, pada jam-jam ini akan terjadi batuk yang hebat, sebabnya adalah karena detoksifikasi pencapai salauran pernafasan. Jadi sesungguhnya tanpa konsumsi obatpun seorang penderita akan mengalami proses penyembuhan secara otomatis (kasus batuk biasa). Makanya banyak pengalaman orang-orang tua kita dahulu yang tidak mau mengkonsumsi obat-obat kimia, karena berdasarkan pengalaman mereka proses penyembuhan akan berlangsung secara alami (subhanallah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5.00 - 7.00 (pagi hari), detoksifikasi berlangsung pada usus besar, karena itulah setiap pagi setiap orang biasanya merasakan ingin buang air kecil dan buang hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi ini tentu sangat berharga bagi semua orang, karena kesehatan adalah asset yang tak ternilai harganya. Jadi mulai sekarang hati-hati terhadap kebiasaan tidur larut malam, bisa sekali-kali kalau kepepet. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-1360251336638808122?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/1360251336638808122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=1360251336638808122&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/1360251336638808122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/1360251336638808122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/jangan-biasakan-tidur-larut-malam.html' title='stop tidur larut malam'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-468312738502326215</id><published>2009-03-29T02:57:00.002+08:00</published><updated>2009-05-12T09:40:37.490+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>"golput", haram?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;I&lt;/span&gt; nsya Allah dua bulan kedepan Bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta rakyat (katanya sih), entah apa yang digunakan sebagai dasar mengatakan PEMILU adalah pesta rakyat. Kalau menambah kesengsaraan rakyat!!!, barangkali (he he he). Sebagai rakyat Indonesia, terutama mereka yang berusia tujuh belas tahun ke atas atau pernah menikah (bukan kawin!!!), masing-masing diberi hak menurut undang-undang untuk ikut berpesta (memilih maksudnya). Tujuannya adalah memilih para wakil rakyat untuk duduk di kursi panas DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/kota, dan memilih presiden (pemilunya belakangan). Udah pernah merasakan duduk dikursi panas belum??? (ha ha ha). Kalau sudah selamat deh, tapi kalau belum bisa dicoba tahun depan jadi Caleg.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut undang-undang Republik Indonesia (maaf lupa nomornya), memilih adalah hak bagi setiap warga negara yang sudah berstatus wajib pilih. Artinya, pemerintah dalam hal ini negara, memberikan keleluasaan, kebebasan bagi mereka yang berstatus wajib pilih untuk menyalurkan aspirasi politiknya secara bebas sesuai keinginan dan selera masing-masing. Sehingga tidak perlu ada pihak atau elemen manapun dari bangsa ini yang bisa melakukan pemaksaan, tekanan dalam berbagai bentuk untuk mengarahkan wajib pilih dalam menentukan pilihan politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini segenap rakyat Indonesia khususnya ummat Islam heboh dengan dikeluarkannya fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan GOLPUT (Golongan Putih), atau bahasa kerennya abstain/tidak memilih. Artinya bagi setiap wajib pilih yang tidak ikut memilih pada pemilu bukan april mendatang dan pada pemilihan presiden nanti sedang dia beragama Islam, maka hukumnya adalah "HARAM". Dengan demikian pelakunya mendapat ganjaran dosa dan tentu saja sangsi agama bagi pelaku perbuatan haram adalah "NERAKA". Kalau misalnya ada sekitar 40% saja rakyat ini yang tidak memilih, yakinlah NERAKA akan penuh dengan ummat Islam Indonesia. Karena itu, jalan satu-satunya untuk membersihkan diri adalah dengan taubatan nusuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan saya, MUI sudah terlalu jauh terlibat dalam politik praktis, dengan menggunakan kapasitasnya sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa atas status hukum sebuah masalah. Masih untung kalau fatwa ini bukan fatwa orderan (pesanan pihak tertentu) yang ingin memanfaatkan suara ummat Islam dalam rangka kepentingan politiknya (melanggengkan kekuasaan misalnya). Sebagai orang awam, fatwa ini sangat lucu menurut saya. Kenapa???, kok baru sekarang ada fatwa semacam ini, dan mengapa untuk menentukan pilihan politiknya saja ummat ini harus diancam dengan kata "HARAM" oleh ulamanya sendiri?. Apakah ummat ini buta dan bodoh politik sehingga tidak bisa membedakan mana yang harus dipilihnya???, atau ummat Islam sudah terlalu nakal dan susah diatur sehingga harus dikerangkeng dalam keinginan dan kehendak para ulama-ulama itu???, atau ulama-ulama (MUI) sudah tidak ada kerjaan lagi sehingga merasa harus turut campur dalam mengatur hak-hak pribadi ummatnya???.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golput adalah alternatif pilihan dan siapapun dari rakyat ini boleh melakukannya. Pertimbangannya tentu saja didasarkan atas fakta-fakta yang terjadi sepanjang sejarah panjang perjalanan bangsa ini. Pemimpin datang silih berganti, dari yang tamatan SMA sampai ke doktor dan jenderal pula, tetapi keadaan rakyat terus saja seperti sekarang. Lalu apakah salah jika rakyat ini memilih untuk tidak memilih??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji-janji manis para elit politik dan kekuasaan yang sering dilontarkan menjelang pemilu hanyalah buaian yang dibingkai dan dirajut dengan kalimat-kalimat indah yang menipu dan tak tahu kapan realisasinya. Perbaikan nasib rakyat, kehidupan yang aman sentosa, damai sejahtera tata tentram kerto raharjo, adalah retorika kosong yang akan mereka lupakan tatkala kekuasaan itu telah berada di tangannya. Lalu salahkan rakyat yang bodoh ini jika memilih sikap GOLPUT dan tidak memilih siapapun dalam pemilu nanti???. Lalu kalau harus memilih, siapa yang akan dipilih?, kata orang jawa : "wong calonnya itu-itu saja". Sekiranya para ulama itu (baca MUI) bisa memberikan alternatif pilihan pemimpin siapa yang akan dipilih, mungkin lain ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berbicara urusan memilih, mari kita serahkan pada kehendak dan keinginan mereka yang memiliki wajib pilih. Mau golput, memilih, itu menjadi urusan masing-masing dan tidak perlu dipaksa-paksa apalagi dibuatkan fatwa. Saya yakin bahwa rakyat ini sudah menentukan pilihan siapa yang akan dipilihnya dalam pemilu nanti. Yang pasti mereka tidak akan pilih MUI kecuali kalau MUI jadi calon presiden, Wallahu 'alam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-468312738502326215?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/468312738502326215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=468312738502326215&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/468312738502326215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/468312738502326215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/golput-haram.html' title='&quot;golput&quot;, haram?'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-8469285947489811245</id><published>2009-03-29T02:55:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:41:16.966+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>pesta dan pemilu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;K&lt;/span&gt; urang lebih enam belas hari lagi, tepatnya pada tanggal 9 Juni 2009, rakyat Indonesia akan mengadakan "pesta demokrasi" (begitu kata penguasa dan politisi), ya pesta demokrasi atau yang biasa disebut pemilu (Pemilihan Umum). Sebagai pribadi, saya sebenarnya tidak terlalu suka mendengar istilah "pesta demokrasi, atau pesta rakyat" untuk menggantikan kata pemilu. Mengapa?, sebab konotasi kata "pesta" menurut saya adalah sebuah acara/hajatan yang dilaksanakan oleh seseorang karena suatu sebab misalnya, karena mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka, atau menikahkan anak, atau sebab lain yang tentu saja merupakan implementasi kebahagiaan yang coba dibagi dengan sesama, entah itu kerabat, handai taulan, kolega dan tetangga,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara itu, pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan sama sekali hampir tidak ada kaitannya dengan pesta, kecuali hadirnya bentuk keramaian seperti kampanye, sosialisasi dan seabrek kegiatan lainnya yang melibatkan rakyat, tetapi sama sekali tidak ada kaitan dengan sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan sebagaimana layaknya orang yang sedang berpesta. Kebahagiaan mungkin saja dirasakan bagi para politisi (caleg) yang sebentar lagi akan bergembira jika terpilih menduduki kursi empuk sebagai yang "terhormat", panggilan yang sering diberikan pada mereka yang katanya wakil rakyat (mewakili rakyat)di parlemen sebagai anggota DPR, DPD, dan DPRD. Tetapi bagi sebahagian besar bagi rakyat yang mengikutinya, hajatan ini sesungguhnya hanya bentuk eksploitasi terhadap mereka tanpa disadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak yang mau saja menjadi peserta dan mengikuti pesta ini karena merasa masih ada asa di sana. Paling tidak kata sebagian mereka, semoga ada setetes embun yang diharapkan bisa memberi kesejukan atas nasib mereka yang kunjung tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Sehingga dengan tanpa pamrih mereka ikut menceburkan diri dalam pesta yang tidak jelas, apakah ini awal dari kebahagiaan ataukah sebaliknya menuju kesengsaraan. Rupanya rakyat masih saja percaya bahwa pesta inilah tempat menggantungkan masa depan mereka, sebagaimana janji-jani para politisi untuk mengentaskan mereka dari kemiskinan dan kemelaratan, yang semoga saja dengan pesta ini bukan justru makin menghempaskan mereka ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang muncul pertanyaan : "Benarkah pesta demokrasi ini (pemilu) dapat merubah nasib rakyat?", karena berdasarkan pengalaman dan kenyataan sejarah, harapan rakyat hanya dilambungkan ke langit yang sangat tinggi dengan janji-janji kosong berbalut buaian dan slogan manis kesejahteraan, masa depan yang lebih baik, Indonesia baru, lapangan kerja baru, dan bentuk janji-janji lainnya saat para politisi dan penguasa membutuhkan suara mereka, karena memang suara merekalah yang menjadi syarat bagi penguasa dan politisi untuk duduk dikursi empuk kekuasaan yang bergelimang kemewahan dan fasilitas atau tercampakkan ibarat sampah yang tidak lagi diperlukan jika mereka gagal meraih simpati rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah sebagai rakyat, mari renugkan hakekat dan keberadaan kita sebagai rakyat. Ternyata kita ini sangat berharga bagi mereka (politisi dan penguasa), karena itu jangan sekedar ikut berpesta lalu kemudian lalai dan terninabobokkan oleh minuman yang memabukkan (janji-jani manis politisi dan penguasa), karena jika itu tidak disadari, maka pesta ini bukan awal dari kebahagiaan yang akan kita raih, tetapi sebaliknya merupakan awal dari kesengsaraan yang akan kita rasakan sampai lima tahun berikutnya. Jika dirasakan bahwa pesta ini hanyalah buaian dan cuma sekedar mimpi dan angan-angan, maka jangan segan untuk meninggalkannya. Toh nasib kita, kita sendiri yang akan menentukannya, bukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-8469285947489811245?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/8469285947489811245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=8469285947489811245&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8469285947489811245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/8469285947489811245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/pesta-dan-pemilu.html' title='pesta dan pemilu'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405079968432736379.post-5775282033168941880</id><published>2009-03-29T02:33:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:42:06.733+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>peduli atau popularitas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;S&lt;/span&gt; eperti telah kita ketahui bersama bahwa masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berakhir beberapa bulan lagi. Banyak hal yang telah beliau lakukan selama kurun waktu pemerintahannya dan banyak pula yang belum beliau lakukan kalau kita merujuk pada janji-janjinya waktu kampanye pemilihan presiden tahun 2004 silam. Satu hal yang sangat luar biasa menurut saya pada periode kepemimpinan SBY - JK ini adalah, bahan bakar minyak BBM) naik beberapa kali (dua kali kalau tidak salah) dan turun juga beberapa kali. Penurunan harga BBM oleh Pemerintahan (SBY - JK) pada posisi Rp. 4.500,00/liter bulan Januari lalu adalah kali ketiga, sayangnya hal itu tidak diikuti oleh penurunan harga sembilan bahan pokok yang selama ini sangat membebani rakyat. Padahal pemicu utama kenaikan harga sembako adalah kenaikan harga BBM. Jika kita berfikir dengan logika yang sangat sederhana, seharusnya harga sembakopun mestinya juga harus turun. Tapi kenyataanya, sampai hari ini tidak ada tanda-tanda harga-harga yang terlanjut naik itu akan ikut turun juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Illustrasi penurunan harga BBM yang saya kemukakan di atas, menurut saya adalah sesuatu yang menggelitik kepekaan politik saya, mengapa???, dalam kacamata saya, penurunan harga BBM ini dapat diapresiasikan "tepat dan tidak tepat". Tepat karena rakyat Indonesia saat ini memang sangat terbebani dengan harga BBM yang lumayan mahal, apatah lagi harga-harga kebutuhan lainnya, tidak tepat karena waktu penurunan harga BBM itu menjelang dilaksanakannya pesta demokrasi lima tahunan (Pemilu). Hal ini bisa kita lihat dari reaksi yang muncul. Mahasiswa misalnya, kelihatan adem-adem saja, masyarakat sepertinya demikian juga. Malah beberapa pengamat politik dan ekonomi mengatakan bahwa : "Kebijakan pemerintah ini karena ada U di balik B", bahkan ada yang lebih ekstrim mengatakan bahwa ini hanyalah bingkisan kecil SBY - JK menjelang pemilu. Dalam prediksi mereka penurunan harga BBM hanya akan bertahan sampai selesainya pemilihan presiden beberapa bulan yang akan datang. Setelah itu, mengutip syair lagu Iwan Fals : "BBM naik lagi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi anak (rakyat) kami kurang gizi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus politik yang entah siapa pengarangnya, kebijakan seperti ini dapat diartikan sebagai upaya SBY menarik simpati rakyat menjelang pemilu., bahasa kerennya adalah trik meningkatkan popularitas dalam upaya meraih simpati rakyat untuk memilihnya kembali pada pemilihan presiden mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seperti ini adanya, maka sungguh malang nasib kita sebagai rakyat. Sepertinya kita sebagi rakyat hanya jadi mainan para elit politik dan kekuasaan. Begitu sudah terpilih tindakannya semau guwe, giliran mau turun, cari simpati rakyat. Pantas saja kalau nasib kita sebagai rakyat begini-begini terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan beberapa pengamat politik yang saya baca, baik itu melalui diskusi-diskusi tentang kebijakan pemerintah (SBY - JK) di media massa cetak maupun elektronik, sebagian besar mengatakan bahwa kebijakan itu tidak bisa ditanggapi lain kecuali itu adalah upaya SBY meningkatkan citra dan popularitasnya menjelang pemilu 2009 agar rakyat kembali bersimpati padanya dan memilih partai demokrat dan tentu saja SBY dalam pemilihan presiden mendatang. Kalau ini benar, kita tentu bertanya : "Dimana kepedulian seorang pemimpin pada rakyatnya?, apakah kepedulian, keberpihakan pada rakyat, peningkatan kesejahteraan rakyat, kemakmuran rakyat yang selama ini didengungkan itu adanya hanya dalam naskah-naskah pidato saja???, atau menjadi lagu wajib menjelang pemilu. Wallahu 'alam bisshowab, hanya SBY dan Allah yang bisa menjawabnya. Pada akhirnya kita kembali merenung : "Kebijakan penurunan harga BBM, antara popularitas atau kepedulian pada rakyat".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405079968432736379-5775282033168941880?l=suaraummat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suaraummat.blogspot.com/feeds/5775282033168941880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3405079968432736379&amp;postID=5775282033168941880&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/5775282033168941880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405079968432736379/posts/default/5775282033168941880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suaraummat.blogspot.com/2009/03/peduli-atau-popularitas.html' title='peduli atau popularitas'/><author><name>Kang Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06989238794212273578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U72GoSqilmA/Sjb0j0WttxI/AAAAAAAAADQ/KE-i7D5B9NY/S220/ADE+V3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
